Iklan

Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan Untuk Hadirkan Teknologi Inovatif Radioterapi Pada Pasien Kanker

10/20/2020, 16:12 WIB Last Updated 2020-10-20T09:12:58Z

 


Jakarta, Beritainn, – Webinar “Radioterapi: Mengatasi Tantangan – Tantangan Pasien Melalui Inovasi” – sebuah kerjasama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia (PORI), Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSCM, dan Varian – menekankan pentingnya fokus inovasi dalam penanganan kanker, di tengah kondisi pandemi COVID-19 dan seterusnya.

Di tengah meningkatnya perbincangan publik tentang perawatan kesehatan, sains, dan teknologi sejak pandemi yang telah dimulai di awal tahun, acara juga mendiskusikan pentingnya kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman di antara para pemangku kepentingan dan publik tentang beban penyakit tidak menular, khususnya kanker, dan peran inovasi dalam penanganan onkologi. 

Prof. dr. Abdul Kadir selaku Plt. Direktur Jenderal Fasilitas Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam pidato utamanya menjelaskan bahwa, “Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk mengupayakan akses terhadap perawatan kanker melalui teknologi inovatif, selama dan setelah pandemi COVID-19. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya acara webinar ini untuk meningkatkan kesadaran publik di antara pemangku kepentingan terkait tentang penanganan kanker.”

Ditemui dalam acara, dr. Lies Dina Liastuti, SpJP (K), MARS, FIHA, selaku Direktur Utama RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, mengatakan bahwa, “Sejalan dengan tingginya kasus kanker di RSCM dengan tingkat severitas yang beragam, maka kami sangat bersyukur bahwa hari ini RSCM melalui Instalasi Radiasi Onkologi yang menjadi bagian dari Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) RSCM telah dapat melayani masyarakat dengan tambahan alat radioterapi yang terbaru dengan kualitas terbaik dan teknologi mutakhir yang dibutuhkan pasien kami maupun masyarakat.” 

Mengelaborasikan lebih lanjut tentang penyakit kanker di Indonesia, Ketua Umum PORI, Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, SpRad (K) OnkRad, menyatakan, “kasus kanker di Indonesia diprediksikan untuk meningkat secara pesat pada decade terakhir, sehingga penting bagi negara untuk meningkatkan akses pada perawatan termutakhir untuk pasien kanker.” Ia juga menekankan peran
radioterapi dalam menangani kanker, yang juga digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati lebih dari
setengah kasus kanker di Indonesia.

Penelitian terbaru memprediksikan bahwa lebih dari 575,000 kasus kanker akan ditemukan di Indonesia. Artinya, hampir meningkat dua per tiga dari 350,000 kasus yang dilaporkan saat 2018.” Radioterapi, adalah sebuah perawatan inti onkologi, yang melibatkan pemusnahan sel kanker dengan cara mengeksposnya pada gelombang berintensitas tinggi. Radioterapi hanya menargetkan pada sel kanker. 

Berkat teknologi mutakhir, kini dapat dimungkinkan adanya kontrol yang lebih baik untuk sel kanker dengan risiko komplikasi. Adapun teknologi inovatif radioterapi di Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSCM merupakan hasil kolaborasi dengan Varian. Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSCM telah mengenalkan sistem Halcyon Varian di awal 2020 dan sejauh ini telah digunakan untuk merawat sejumlah pasien. Halcyon diharapkan untuk dapat membantu memberikan pengobatan untuk kanker paru-paru, prostat, payudara, kepala dan leher, juga berbagai jenis kanker lainnya.

Kevin Lo, Managing Director, Southeast Asia, Korea, Hong Kong & Macau Region, Varian Medical Systems, berkata “Kami sangat senang dan bangga dapat bekerja sama dengan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo untuk membawa sistem Halcyon radioterapi pertama ke Indonesia.Varian Medical
System akan terus berusaha agar mampu memberikan teknologi terdepan untuk penanganan pasien
lintas komunitas.” Perusahaan yang beroperasi di Indonesia bersama dengan PT. Murti Indah Sentosa,
selaku distributor resmi menyatakan komitmennya untuk menciptakan dunia tanpa rasa takut akan kanker dengan pengalaman lebih dari 70 tahun di seluruh dunia.(ALNR) 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini