Iklan

Gugun Wiguna Incumbent Melayangkan Mosi Tidak Percaya

11/09/2020, 20:52 WIB Last Updated 2020-11-09T13:52:29Z

 


Jakarta, Beritainn, - Masyarakat saat ini sudah mempunyai pemikiran yang lebih dewasa dalam bernegara, di masa pandemi saat ini belajar berdemokrasi dalam pemilihan Kepala Desa. Pada hari minggu tanggal (8/11/2020) di daerah Citereup, Bogor akan mengadakan Pemilihan Kepala Desa dan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Citeureup telah resmi mengesahkan lima Balon (Bakal Calon) untuk menjadi calon kepala desa Citeureup periode 2020-2026.

Setelah dibuka Pendaftaran ternyata ada 7 pendaftar yang memenui kreteria secara administratif,  tetapi Perbup No. 66 tahun 2020 tentang Pilkades, bahwa hanya 5 calon yang dapat mengikuti seleksi.
Ketua Panitia Pilkades Citeureup, Suryana meminta Kecamatan untuk mengadakan seleksi tambahan dengan mengadakan tes yang dibuat kecamatan.
Dari seleksi tambahan yang diikuti 7 calon tersaring 5 calon dengan nilai tertinggi adalah Gugun Wiguna (Incumbent), Marwan Hermawan, Tedi Mulyana Primawan, Andri Jaelani dan Ono Joyo.


Suryana menjelaskan : "Dengan telah ditetapkannya kelima kontestan tersebut menjadi calon kades, maka diimbau kepada kelimanya untuk dapat menjaga kondusifitas dan menjalin kebersamaan dalam mewujudkan pilkades yang aman dan sukses.

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada para pendukung dari masing-masing calon kades yang sudah ditetapkan untuk bersama-sama melaksanakan deklarasi kampanye damai dan menciptakan politik yang sehat,” harapnya.

Sementara untuk yang tidak lolos, lanjut Suryana, pihak panitia mengucapkan banyak terima kasih karena telah menerima dengan lapang dada seluruh hasil seleksi tersebut.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi sikap dan kedewasaan yang tidak lolos seleksi. Mereka dengan legowo menerima hasilnya dan itu sangat membantu kami selaku panitia dalam melaksanakan tahapan selanjutnya. 

Sementara itu, calon kades incumbent atau petahana yakni Gugun Wiguna, diketahui telah melayangkan mosi tidak percaya kepada salah satu bakal calon kades Citeureup. Gugun menduga terdapat kecurangan dalam pelaksanaan seleksi tambahan yang telah dilaksanakan pada Kamis, 5 November 2020 lalu.

"Ada salah satu bakal calon yang mendapat nilai sempurna di tes kemampuan pengetahuan umum. Saya dan dua bakal calon lainnya yang notabene staf saya di pemerintahan desa saja tidak mampu mendapat nilai sesempurna itu,” ujar Gugun.


Untuk informasi, Gugun Wiguna sendiri ialah incumbent yang telah menjadi Kepala Desa Citeureup sejak tahun 2014 hingga tahun 2020 dan berhasil menjalankan beberapa program inovatif, salah satunya progam Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

Keinginannya yang paling besar dalam mencalonkan dirinya kembali sebagai Kepala Desa Citeureup tidak lain tidak bukan adalah adanya dorongan langsung dari masyarakat.

"Dengan amanah masyarakat ini, ada hal yang harus dipertanggungjawabkan, salah satunya adalah dengan menyusun visi-misi dan program yang akan dilaksanakan bilamana saya terpilih kembali sebagai Kepala Desa Citeureup. Adapun visi dan misi saya tersebut di antaranya adalah mewujudkan persatuan dan kesatuan di seluruh masyarakat Citeureup, membenahi aparatur desa agar mampu memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, akurat tanpa adanya pungutan liar yang sudah dilarang oleh Undang-undang. Sedangkan di bidang pembangunan desa, saya ingin mengembangkan infrastruktur serta pemberdayaan masyarakat yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Insya Allah ke depannya akan kita tingkatkan kembali," terang Gugun.

Sedangkan di bidang ekonomi, Gugun memiliki program untuk mendongkrak Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), sesuai dengan amanat Undang-undang, agar desanya bisa menjadi desa yang lebih mandiri.

"Mempedomani Undang-undang yang menjelaskan bahwa penggunaan dana desa ini 70 persen untuk pembangunan infrastruktur berupa sarana dan prasarana. Sedangkan 30 persennya untuk pemberdayaan desa. Jadi saya memiliki program agar penggunaan dana yang telah dikucurkan tersebut dapat optimal dan tepat sasaran. Di mana dalam ketentuannya, dana tersebut diprioritaskan untuk kegiatan yang memang bermanfaat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat di desa masing-masing," tambah Gugun.

Materi tes tersebut juga meliputi kriteria pengalaman pekerjaan diantaranya, pengalaman di lembaga pemerintahan dan lembaga permasyarakatan, serta ijazah yang dimiliki dan golongan usia. Sedangkan kriteria kemampuan pengetahuan umum di antaranya Pancasila dan UUD 1945, Bahasa Indonesia dan Pemerintahan dan Pembangunan Desa.

Namun, Gugun merasa janggal dengan hasil penilaian terhadap salah satu calon yang unggul melebihi dirinya dan peserta yang lain.

“Aneh kan, sepintar-pintarnya orang yang berpengalaman di pemerintahan saja tidak bisa menjawab benar semua. Kok bisa, anehnya orang itu bisa benar semua dan gak mungkin itu kalau tidak dapat bocoran jawabannya, Untuk itu, Gugun berharap jika Sekda Kabupaten Bogor beserta pihak panitia seleksi Pilkades Citeureup dapat memperhatikan aspirasinya untuk menguji kembali keputusan penilaian yang telah dilakukan serta berharap agar peserta yang berbuat curang tersebut dapat didiskualifikasi, " ungkap Gugun.(ALNR)



Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini