Iklan

Pemerintah Pantau Uji Klinis Vaksin Corona di Berbagai Negara

11/14/2020, 14:06 WIB Last Updated 2020-11-14T07:07:27Z

Ilustrasi vaksin virus corona (Covid-19).

Jakarta, Beritainn – Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer yang bekerja sama dengan BioNtech baru-baru ini, mengklaim telah menemukan vaksin virus corona (Covid-19). Vaksin itu juga disebut-sebut memiliki efektivitas hingga 90 persen mengurangi gejala Covid-19.


Terkait peluang masuk ke Indonesia, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, pemerintah mempertimbangkan aspek pendukung kandidat vaksin Corona.


"Pada prinsipnya pemerintah Indonesia terbuka terhadap kandidat vaksin yang cocok dan efektif. Namun juga harus tetap mempertimbangkan aspek pendukung, aspek kandidat vaksin tersebut," kata Wiku saat menjawab pertanyaan media saat memberi keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (12/11/2020).


Pemerintah sendiri kini memiliki tiga kandidat vaksin yang dikembangkan. Pertama adalah Ad5-nCoV yang dikembangkan oleh Cansino Biologics. Vaksin ini telah berada pada pengujian fase ketiga yang dimulai sejak Agustus.


Di negara asalnya, vaksin ini telah telah mendapat izin dari Komisi Pusat Militer China sebagai 'obat yang dibutuhkan secara khusus' dan bisa digunakan secara terbatas di kalangan militer.


Kedua, vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm. Vaksin ini juga sudah sampai tahap pengujian fase 3. Pengujian fase 3 dari vaksin Sinopharm dilaksanakan di Uni Emirat Arab pada Juli dan di Peru dan Maroko pada Agustus.


Ketiga adalah vaksin CoronaVac yang dikembangkan oleh China Sinovac Biotech.


Wiku menekankan, yang perlu diingat bahwa penanganan pandemi Covid-19, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta lembaga internasional. Kolaborasi ini nantinya akan semakin meningkatkan efektivitas penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.


Pemerintah juga mengikuti perkembangan uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan berbagai negara. Termasuk berbagai temuan seperti yang terjadi di Brazil baru-baru ini.


"Menjadi masukan dan evaluasi terhadap pengembangan vaksin yang dilakukan dalam negeri. Saat ini kandidat vaksin Covid-19 sedang dalam tahap uji klinis fase. Vaksin, baru dapat digunakan setelah memperoleh lolos uji klinis fase 3 dan memperoleh emergency use of authorization (EUA) dari Badan POM," tegas Wiku.


Namun selama proses menunggu vaksin ini, ia menekankan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan. Protokol itu di antaranya #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan. (*)

 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini