Iklan

Mengisi Gap di Sektor Pariwisata, Travel Startup Kemanayo Menawarkan Rencana Perjalanan untuk Alternatif Traveling yang Lebih Personal

5/10/2021, 18:05 WIB Last Updated 2021-05-10T11:05:03Z

 

Jakarta, Beritainn, - Dengan adanya musibah Pandemi Corona semakin buat kreatif, Berkembangnya internet sebagai penghubung yang memungkinkan masyarakat untuk mencari, memesan, bahkan melakukan pembayaran melalui platform digital, melahirkan kesempatan yang semakin luas bagi sektor ekonomi kreatif, tidak terkecuali di dalam sektor pariwisata.

Hadir sejak Januari 2021, Kemanayo merupakan itinerary marketplace yang menawarkan pendekatan yang berbeda untuk melakukan perjalanan dan menikmati liburan. Platform berbasis website dan mobile app ini menyediakan produk berupa berbagai macam itinerary atau rencana perjalanan tematik. Setiap itinerary berisikan panduan travel lengkap, built-in digital map sebagai penunjuk arah, detail kegiatan yang dapat dilakukan, serta rekomendasi dari travel contributors untuk bisa menikmati suatu destinasi secara lebih dekat dan personal. Informasi tambahan seperti spot foto Instagenic hingga tips dan trik juga tersedia untuk memberikan pengalaman yang mengesankan bagi traveler. 

Traveler yang telah melakukan pembelian itinerary, dapat mengakses detail itinerary tersebut di halaman mybooking dan dapat memulai menjalankan trip kapan saja sesuai dengan waktu yang mereka inginkan. Dengan menggunakan Kemanayo, traveler dapat berlibur selayaknya memiliki travel guide in a pocket yang selalu menemani dan siap membantu mereka kapan pun dan di mana pun. 

Traveling menjadi lebih personalMenurut survei yang diadakan oleh Rakuten Insight, pengguna platform travel online di Indonesia mencapai 52% per November 2020. Penggunaan platform travel online ini kebanyakan didominasi aktivitas booking perjalanan dan penginapan, dan sering kali hanya menyoroti suatu destinasi wisata tertentu, serta kurang berfokus pada susunan rencana perjalanan yang komprehensif. Sehingga masih banyak potensi pariwisata lokal di suatu daerah yang belum dioptimalkan.


Lebih lanjut, di dalam studi yang dikeluarkan oleh McKinsey mengenai sektor pariwisata setelah terdampak pandemik, disebutkan juga bahwa cara untuk industri travel bangkit dari krisis pandemi adalah dengan memperhatikan perubahan sikap dan preferensi wisatawan lewat microsegmentasi, salah satunya adalah dengan pengalaman personal dalam traveling. 


“Perkembangan industri pariwisata selanjutnya pasca pandemi adalah personalisasi. Oleh karena itu, Kemanayo hadir dengan menjawab aspirasi masyarakat saat ini yang menginginkan hal yang lebih personal. Melalui Kemanayo, traveler dapat menemukan itinerary yang sesuai dengan ketertarikan mereka masing-masing dan yang tidak biasa ditemukan. Kami ingin memudahkan traveler dalam berlibur dan membantu mereka menghemat waktu pencarian destinasi wisata. Sehingga membuat perjalanan dan kunjungan yang dilakukan ketika berlibur  menjadi lebih berkualitas,” ucap Rizal Azhar, CEO Kemanayo.


Menjembatani destinasi wisata dengan traveler melalui travel contributors


Indonesia dikenal dengan kekayaan alam serta budayanya, dan hal tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para traveler. Tak jarang, kekayaan alam dan budaya yang ada tidak terkelola dengan baik atau kurang mendapatkan perhatian, padahal menyimpan potensi besar yang bisa menjadi sumber penghasilan bagi penduduk setempat.


Di sinilah Kemanayo berperan sebagai penghubung dan akselerator untuk mensinergikan kontribusi dari berbagai stakeholders di industri pariwisata, menjembatani antara informasi, data dan permintaan pasar; melalui travel contributors yang dapat menjadi sumber informasi bagi destinasi yang belum terekspos di tingkat daerah. 


Siapa saja mulai dari pemandu wisata, komunitas, travel blogger dan jurnalis serta masyarakat luas pada umumnya dapat membuat, menjual dan mendapatkan atau membeli berbagai pilihan itinerary di Kemanayo. Selain itu, pelaku bisnis dan UMKM juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memasarkan layanan dan produk mereka kepada traveler melalui rangkaian itinerary yang mereka buat dan pasarkan di Kemanayo. 


“Apa yang Kemanayo tawarkan memungkinkan adanya pengalaman yang lebih personal karena setiap rencana perjalanan disusun langsung oleh para travel contributor yang mengenal seluk-beluk suatu destinasi,” tambah Rizal.


Untuk setiap paket itinerary yang telah disusun dan berhasil terjual, travel contributor akan mendapatkan penghasilan dengan pembagian hasil hingga sebesar 50% dari setiap itinerary travel contributor yang terjual.


“Kami percaya bahwa peran masyarakat sebagai travel contributor juga akan membuka peluang bagi destinasi dan usaha lokal agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memberikan pengaruh sosial dan pertumbuhan ekonomi pada setiap daerah kunjungan wisata,” Rizal menambahkan.


Kemanayo hadir untuk menjadi satu wadah pariwisata yang menyediakan berbagai pilihan berwisata yang informatif, personal, dan menarik, serta memiliki misi untuk mendukung kemajuan ekonomi lokal. Kemanayo dapat diakses melalui website www.kemanayo.com. Pengguna Android dan iOS juga dapat mengunduh aplikasi mobile Kemanayo melalui Google Play dan Apple App Store.(AL)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini