Iklan

PT Intan Baruprana Finance Tbk Dorong Penyehatan Perseroan

6/28/2021, 22:18 WIB Last Updated 2021-06-28T15:18:29Z

 

Jakarta, Beritainn - Memasuki hampir 2 tahun Indonesia juga terkena Pandemi Corona-19 bersamaan dengan menurunnya perekonomian disegala lini,  PT Intan Baruprana Finance Tbk (“IBFN”) adalah perusahaan pembiayaan yang memberikan solusi pembiayaan sesuai dengan kebutuhan pendanaan investasi maupun modal kerja.  Pada hari ini, IBFN mengadakan Paparan Publik Insidentil sebagaimana ketentuan Bursa Efek Indonesia terkait dengan Opini Disclamer pada laporan keuangan 31 Dec 2021 (audited).  Paparan Publik ini dilakukan  oleh seluruh anggota Direksi Perseroan yaitu : Carolina Dina Rusdiana (Direktur Utama), Alexander Reyza (Direktur) dan Mulyadi (Direktur).


Direktur Utama IBFN, Carolina Dina Rusdiana menyampaikan bahwa opini "disclaimer" yang diberikan oleh KAP adalah akibat dari penambahan pencadangan (impairment) yang cukup tinggi sehingga IBFN mengalami peningkatan kerugian yang signifikan dan menyebabkan terjadinya pelanggaran rasio-rasio terkait permodalan yang ditentukan OJK.


Dina menambahkan bahwa pihaknya masih optimis agar ditahun 2021 IBFN bisa mendapatkan investor baru yang bisa membawa dana segar guna menambah modal kerja Perseroan. “IBFN membuka kesempatan untuk menggandeng para investor yang tertarik menjalin kemitraan strategis bersama IBFN. Hal ini merupakan salah satu upaya IBFN untuk bersinergi dengan semua pihak agar bisa bersama-sama mendorong kembali roda perekonomian nasional. Bersama-sama kita bisa menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional, khususnya dalam hal financing.” 


Selain itu, di tahun 2021, IBFN juga akan fokus pada perbaikan rasio-rasio keuangan khususnya yang terkait dengan permodalan agar dapat memenuhi ketentuan OJK. IBFN berharap dengan masuknya investor strategis dan adanya dukungan penuh dari Pemegang Saham dan Para Kreditur, maka IBFN dapat menjaga kelangsungan usahanya dan melakukan pengembangan bisnis.


Dalam Public Expose Insidentil ini, Direksi IBFN memberikan paparan tentang kondisi IBFN saat ini, restrukturisasi hutang, kondisi kelanngsungan usaha dan strategi yang akan dilakukan IBFN di tahun 2021.  Sampai dengan akhir tahun 2020 (audited),  IBFN mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp. 598 Milyar.(AL)


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini