Jakarta, Beritainn,- “Autobiography” film Indonesia yang melanjutkan perjalanan ke Toronto International Film Festival 2022.
KawanKawan Media telah memproduksi film “Autobiography” yang juga diproduseri oleh Yulia Evina Bhara. Setelah sebelumnya dipastikan tayang perdana dan menjadi perwakilan Indonesia satu-satunya yang berkompetisi di Venice International Film Festival 2022, kini film tersebut berhasil masuk di Toronto International Film Festival.
Film ‘Autobiography’ terpilih masuk di Toronto International Film Festival di seksi World Contemporary Cinema. Toronto International Film Festival 2022 akan diselenggarakan pada 8-18 September 2022. Film ini juga dibintangi oleh Kevin Ardilova, Arswendy Bening Swara, Lukman Sardi, Yusuf Mahardika, Rukman Rosadi, Yudi Ahmad Tajudin, Haru Sandra, dan Alm. Gunawan Maryanto.
Poster resmi film ‘Autobiography’ juga diluncurkan perdana. Poster yang dibuat oleh Fellow Design Studio menampilkan Kevin Ardilova dan Arswendy Bening Swara sebagai pemeran utama. Poster ini merupakan hasil kolaborasi dari co-producer Singapura, Jeremy Chua (Pōtocol), dengan Indonesia.
‘Autobiography’ sendiri merupakan sebuah film drama suspense thriller yang berkisah tentang Rakib (diperankan Kevin Ardilova) yang bekerja menjaga rumah kosong milik seorang pensiunan bernama Purna (diperankan Arswendy Bening Swara).
Suatu hari, Purna pulang kampung untuk mencalonkan diri menjadi bupati di daerah itu. Rumah yang Rakib jaga kini tidak lagi kosong. Setiap hari, ia menemani Purna dalam banyak kegiatannya: berkampanye, memasang spanduk, dan lain sebagainya. Dalam sosok Purna, Rakib melihat sosok seorang ayah yang didambakannya. Hingga pada suatu hari, sebuah kejadian tak terduga mengubah semua itu.
Proyek film ‘Autobiography’ telah dipresentasikan pada TorinoFilmLab2017 dan kemudian berlanjut terseleksi ke European Audiovisual Entrepreneurs Ties That Bind, Berlinale Co-production Market, Locarno Open Doors, Southeast Asian Fiction Lab-SEAFIC, FDCP Project market dan First Cut Lab.
‘Autobiography’ menjadi film Indonesia yang berko-produksi dengan Singapura, Polandia, Filipina, Jerman, Perancis, dan Qatar, setelah mendapatkan dukungan dari aide aux cinemas du monde CNC Prancis, Nouvelle-Aquitaine Regional Fund Prancis, World Cinema Fund Jerman, Purin Pictures Thailand, Polish Film Institute, Asean Co-Production Grant –ACOF Filipina, Tokyo Talents NEXT Master Program dan Doha Film Institute.(Chintya)







