Jakarta, Beritainn.com, – Film Bisikan Desa Gringsing Cannes akhirnya mencuri perhatian setelah merilis foto adegan perdananya di ajang Marché du Film 2026. Proyek garapan Mandela Pictures bersama OMG Studios ini langsung menjadi sorotan karena menghadirkan konsep horor dengan pendekatan teknologi yang belum pernah digunakan sebelumnya di Indonesia.
Disutradarai oleh Ivander Tedja sukmana, film ini menampilkan Aghniny Haque sebagai tokoh utama bernama Hesti. Ceritanya mengikuti perjalanan seorang perempuan yang mencari ayahnya hingga terjebak di Desa Gringsing, tempat penuh teror dari sosok arwah misterius. Dari foto yang dirilis, suasana gelap dan mencekam langsung terasa kuat.
Yang membuat film ini berbeda adalah penggunaan teknologi virtual production. Dengan dukungan layar LED beresolusi tinggi, lingkungan digital bisa ditampilkan secara real time saat proses syuting. Teknologi ini memungkinkan visual yang lebih detail dan atmosfer horor yang lebih hidup dibanding metode konvensional.
Kolaborasi lintas negara juga menjadi kekuatan utama produksi ini. Selain Indonesia, proyek ini melibatkan tim dari Singapura dan Malaysia, sekaligus mendapat dukungan dari berbagai lembaga industri kreatif.
Kehadirannya di Cannes menandai langkah besar film produksi Mandela Pictures 2026 untuk menembus pasar global. Saat ini, Bisikan Desa Gringsing berada di tahap akhir pasca produksi dan dijadwalkan tayang pada 2026.
Dengan konsep cerita yang kuat serta inovasi teknologi, film ini berpotensi masuk dalam daftar rekomendasi film horor terseram yang wajib ditunggu tahun ini. (CJ RUBUN)

