Jakarta, Beritainn.com, – COSMAX Indonesia memperkuat kiprahnya di industri kecantikan global dengan menampilkan enam poster penelitian pada Kongres ke-36 International Federation of Societies of Cosmetic Chemists (IFSCC 2026) yang berlangsung di Perth, Australia, pada 28 September hingga 1 Oktober 2026.
Enam penelitian tersebut mencakup formulasi perawatan kulit (skincare) dan riasan (makeup), preferensi sensorial konsumen, hingga pengembangan bahan baku kosmetik. Partisipasi ini menunjukkan komitmen COSMAX Indonesia dalam menghadirkan inovasi kecantikan berbasis sains yang menggabungkan kebutuhan konsumen Indonesia dengan potensi kekayaan alam Nusantara.
Kongres IFSCC dikenal sebagai salah satu forum ilmiah terkemuka di dunia dalam bidang ilmu dan teknologi kosmetik. Ajang ini mempertemukan para peneliti, ilmuwan, serta pelaku industri dari berbagai negara untuk berbagi perkembangan terbaru dalam formulasi, bahan baku, teknologi, dan evaluasi efektivitas produk kosmetik.
Melalui forum tersebut, COSMAX Indonesia membawa hasil penelitian yang dikembangkan di Tanah Air ke panggung internasional. Penelitian yang dipresentasikan antara lain mengkaji preferensi konsumen terhadap sensasi penggunaan tabir surya (sunscreen) serta eksplorasi bahan botani lokal, termasuk edelweiss Jawa dan bunga telang yang bersumber dari Purwokerto.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan bahan baku lokal melalui penelitian dan pengujian ilmiah. Dengan karakteristik iklim tropis serta beragam preferensi konsumen Indonesia, inovasi kosmetik tidak hanya dituntut memberikan manfaat, tetapi juga menghadirkan tekstur yang nyaman dan pengalaman penggunaan yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Anastasia Noeng, Raw Material Team Section Leader COSMAX Indonesia, menegaskan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku kosmetik bernilai tambah.
Menurutnya, pengembangan bahan baku lokal perlu didukung validasi ilmiah dan teknologi melalui kolaborasi riset dengan universitas serta institusi penelitian. COSMAX Indonesia juga melakukan pengujian in vitro dan in vivo untuk memahami manfaat serta potensi aplikasi bahan secara lebih mendalam, bukan sekadar mengandalkan klaim pemasaran.
Upaya tersebut diharapkan dapat membawa bahan baku asli Indonesia dari tahap penelitian menuju solusi yang dapat dikembangkan lebih luas untuk memenuhi kebutuhan industri kecantikan.
Dalam partisipasi keseluruhan di IFSCC 2026, COSMAX mempresentasikan 32 penelitian, terdiri atas 10 presentasi oral dan 22 poster. Teknologi microbiome viable-cell encapsulation milik COSMAX juga terpilih sebagai salah satu dari 10 Top Outstanding Applied Research pada kongres tersebut.
Sejak pertama kali berpartisipasi dalam IFSCC pada 2014, COSMAX telah mempresentasikan sekitar 105 penelitian dalam berbagai kongres IFSCC. Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi kosmetik di tingkat global.
Melalui keikutsertaan di IFSCC 2026, COSMAX Indonesia terus memperkuat kapabilitas riset, mengembangkan potensi bahan baku lokal, serta memperluas kolaborasi dengan jaringan inovasi global. Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi kekayaan alam Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan solusi kecantikan generasi berikutnya. (ALN)
