Jakarta, Beritainn, -PT Federal International Finance (FIFGROUP) sebagai anak perusahaan dari PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial, (FIFGROUP) menggelar kegiatan Pelatihan Guru Kolaborasi dan Sinergi FIFGROUP bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (30/5/2023) di Gedung Pemuda/KNPI, Rawamangun, Jakarta Timur. Kegiatan yang digelar dalam rangka mendorong literasi dan inklusi keuangan itu diikuti lebih dari 200 guru dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Hadir dalam acara tersebut Human Capital, General Support, and Corporate Communication Director FIFGROUP, Esther Sri Harjati, Direktur Literasi dan Keuangan OJK, Horas Tarihoran, Anggota Pembina Bidang Umum Yayasan Hang Tuah, Laksamana TNI Purnawirawan Dr. Ir. Trismadi, M.Si, I.P.U., Anggota Pengawas Pusat Yayasan Hang Tuah, Laksamana TNI Purn. Nanang Eko Ismurdianto, S.Sos,M.M, C.Fr.A, CRMP, Pengurus Pusat Yayasan Hang Tuah, dan Ketua Pengurus Yayasan Hang Tuah Cabang Jakarta, Drs. Hadi Sutrisno, M.A.P.

Hal senada juga disampaikan oleh Horas Tarihoran, “OJK menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan hari ini karena Indonesia membutuhkan tenaga-tenaga pendidik yang mumpuni dalam bidang literasi keuangan dalam upaya meningkatkan pengetahuan terkait keuangan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.”
Program-program yang sudah dilakukan dirangkum dalam bentuk aspirasi yang dikemas menjadi Triple P Strategy, yaitu Portfolio, People, dan Public Contribution. Kegiatan hari ini merupakan implementasi dari poin Public Contribution.
Melalui program FIFGROUP Pintar, berdasarkan data 4 tahun terakhir FIFGROUP sudah menggelar pelatihan bagi sebanyak 17.888 guru yang tersebar di beberapa titik wilayah Indonesia. Untuk tahun 2023 ini, FIFGROUP menargetkan pelatihan bagi 5.200 guru.
Laksamana TNI Purnawirawan Dr. Ir. Trismadi, M.Si, I.P.U. mengatakan, “Kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk terus dilaksanakan. Semoga guru-guru bisa terus dan semakin semangat serta berkomitmen untuk mencerdaskan anak bangsa.”
Mengacu pada publikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keseluruhan goals di dalam framework SDGs bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan yang harus berjalan seiring dengan strategi dalam meningkatkan kesehatan dan pendidikan, mengurangi ketidaksetaraan, dan memacu pertumbuhan ekonomi sambil mengatasi perubahan iklim.
Pada bidang pendidikan di Indonesia pemerintah berkomitmen dalam peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik. Pemenuhan guru berkualitas sendiri masih menjadi tantangan sehingga pemerintah perlu terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam SDGs, ini bertujuan mencapai poin yang ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, di mana pemerintah menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.(Syaiful)
