Tangerang, Beritainn.com, – Industri laboratorium di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan riset, inovasi, dan pengendalian mutu di berbagai sektor industri. Momentum ini semakin diperkuat dengan kembali digelarnya Lab Indonesia 2026 pada 15–17 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD City.
Memasuki edisi ke-8, pameran dua tahunan ini mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness”, yang menegaskan peran strategis laboratorium sebagai fondasi penting dalam pengembangan industri nasional.
Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 10.500 laboratorium kesehatan masyarakat, sementara pasar laboratorium klinis nasional diproyeksikan menembus USD 3,1 miliar pada 2027. Pertumbuhan ini sejalan dengan tren global industri teknologi laboratorium yang diperkirakan meningkat signifikan hingga mencapai USD 468,15 miliar pada 2032.
Sebagai platform bisnis dan inovasi, Lab Indonesia 2026 akan menghadirkan lebih dari 300 perusahaan exhibitor dan menargetkan sekitar 15.000 pengunjung profesional. Tidak hanya itu, partisipasi internasional juga semakin kuat dengan kehadiran paviliun dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia, serta perusahaan dari 16 negara.
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menyatakan optimisme tinggi terhadap penyelenggaraan tahun ini.
“Besarnya partisipasi perusahaan internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai pasar strategis industri teknologi laboratorium. Kami berharap ajang ini menjadi ruang kolaborasi antara inovasi global dan kebutuhan industri nasional,” ujarnya.
Selain sebagai ajang pameran, Lab Indonesia juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor. Program seperti LabForum dan LabTalk akan kembali digelar untuk menghadirkan diskusi ilmiah, workshop, serta demonstrasi teknologi terkini.
Dari sisi industri, Saptogiri, Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo, menegaskan pentingnya transformasi laboratorium menuju standar global.
“Kami ingin mendorong laboratorium di Indonesia agar mampu menghadirkan hasil yang akurat, efisien, dan sesuai regulasi melalui adopsi teknologi analitik mutakhir,” katanya.
Dukungan juga datang dari Himpunan Kimia Indonesia (HKI) yang menilai kolaborasi antara akademisi, industri, dan regulator menjadi kunci dalam memperkuat daya saing nasional.
Sementara itu, perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN) menegaskan bahwa Lab Indonesia telah berkembang menjadi lebih dari sekadar pameran.
“Ajang ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, update teknologi, hingga penguatan sistem pengelolaan laboratorium yang lebih efektif dan efisien,” ujar Wahyu Purbowasito dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Pada penyelenggaraan sebelumnya, program business matching berhasil mempertemukan lebih dari 150 buyer dengan ratusan peserta pameran, menghasilkan lebih dari 720 pertemuan bisnis—menunjukkan tingginya potensi kolaborasi yang tercipta.
Dengan skala yang lebih besar, partisipasi global yang meningkat, serta ragam program unggulan, Lab Indonesia 2026 diproyeksikan menjadi katalis penting dalam mendorong integrasi riset, teknologi, dan industri menuju ekosistem laboratorium yang lebih maju dan berdaya saing global. (ALN)







