J-Youth Film Fest 2026 Gaungkan Suara Generasi Muda, Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema Dunia

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn.com, – Dalam momentum peringatan Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret, Jakarta Youth Film Festival 2026 (J-Youth Film Fest) menghadirkan program spesial bertajuk “Yang Muda Yang Bersuara”. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 2 April 2026 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi bagi generasi muda di dunia perfilman.

J-Youth Film Fest merupakan inisiatif kolaboratif antara Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Festival ini hadir untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor film, sekaligus mendorong Jakarta sebagai Kota Sinema.

Mengusung tema “Jakarta Kota Kita”, festival edisi perdana ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk berkarya, belajar, dan membangun jejaring dengan pelaku industri film nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 9,42% (yoy) pada Semester I 2025.

Menurutnya, dominasi generasi milenial dan Gen Z di Jakarta menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan ekonomi berbasis inovasi.

“Industri film memiliki multiplier effect yang luas karena mampu menggerakkan sektor pariwisata, kuliner, fashion hingga transportasi. Film juga menjadi media efektif dalam memperkuat citra kota di tingkat global,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengapresiasi penyelenggaraan festival ini sebagai langkah strategis dalam penguatan industri film di ibu kota.

“J-Youth Film Fest diharapkan menjadi program unggulan yang mampu menciptakan ruang kolaborasi, meningkatkan kualitas talenta, serta melahirkan karya yang kompetitif di tingkat nasional maupun global,” kata Rano.

Program “Yang Muda Yang Bersuara” juga menghadirkan diskusi bersama dua tokoh perfilman Indonesia, yakni Riri Riza dan Prilly Latuconsina. Keduanya berbagi pengalaman dan pandangan terkait perkembangan industri film serta peluang bagi sineas muda.

Tak hanya itu, festival ini turut menampilkan pemutaran lima film pendek lintas generasi, mulai dari Sonata Kampung Bata (1993) karya Riri Riza hingga Machine Vacation (2025) karya Hadafi Raihan Karim. Pemilihan film ini mencerminkan evolusi estetika dan narasi perfilman Indonesia dari masa ke masa.

Melalui rangkaian kegiatan ini, J-Youth Film Fest menegaskan komitmennya dalam membuka ruang dialog antara generasi muda dan pelaku industri, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang relevan dengan dinamika perkotaan Jakarta.

Di akhir acara, panitia juga mengumumkan perpanjangan tenggat pendaftaran program kompetisi pelajar, mahasiswa, serta Jakarta Film Fund for Student hingga 30 April 2026.
Sebelumnya, rangkaian pra-festival telah digelar melalui roadshow ke sejumlah sekolah dan kampus di Jakarta, menghadirkan para sineas profesional untuk berbagi pengalaman secara langsung kepada para pelajar.

Dengan semangat “Yang Muda Yang Bersuara”, J-Youth Film Fest 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk mengekspresikan ide, emosi, dan perspektif melalui film, sekaligus berkontribusi dalam membentuk masa depan industri perfilman Indonesia. (ALN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *