Jalin Kerjasama, UPN Veteran Jakarta dan BPJS Kesehatan Uji Coba Program PROLANIS Komunitas

Jakarta, Beritainn.com, – Bertempat di Gedung Cipto Mangunkusumo, Kampus UPN Veteran Jakarta, Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta bersama BPJS Kesehatan resmi menjalin kerja sama dalam uji coba implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis Komunitas. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pencegahan penyakit kronis, khususnya hipertensi dan diabetes melitus.

Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., MH., CIPA, mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan visi pendidikan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan penyakit, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

“Kurikulum Fakultas Kedokteran mengajarkan mahasiswa untuk melihat orang sakit sebagai manusia, bukan sekadar melihat penyakitnya. Pendekatan kami bersifat holistik dan integratif, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif,” ujar Taufiq dalam sambutannya pada Kamis (9/7)

Menurutnya, kesadaran (awareness) menjadi kunci utama dalam pengelolaan penyakit kronis. Seseorang akan lebih mampu mengendalikan kondisi kesehatannya apabila memahami faktor risiko yang dimiliki dan bersedia menerapkan perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Ia menilai program tersebut penting untuk menjangkau kelompok usia muda agar sejak dini memahami faktor risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.

“Bagi kami, membangun kesadaran kesehatan jauh lebih penting daripada sekadar mengobati penyakit yang sudah terjadi,” katanya.

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, dr. Yessi Kumalasari, MPH., AAAK, menjelaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada dasarnya telah mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Namun, porsi pelayanan selama ini masih didominasi aspek kuratif.

Menurutnya, sebagian besar penyakit katastropik yang menyerap porsi terbesar pembiayaan JKN dipicu oleh hipertensi dan diabetes melitus. Oleh karena itu, penguatan upaya promotif dan preventif menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit tersebut sejak dini.

“Melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis Komunitas, kami ingin menjangkau kelompok usia muda agar dapat mendeteksi faktor risiko sejak dini, memperoleh edukasi kesehatan, dan melakukan perubahan gaya hidup,” ujarnya.

Yessi mengungkapkan UPN Veteran Jakarta menjadi perguruan tinggi pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam implementasi program tersebut. Pemilihan UPN Veteran Jakarta didasarkan pada kesamaan visi dalam membangun budaya promotif dan preventif serta respons cepat dari pihak fakultas.

“Kami berharap uji coba implementasi program ini di UPN Veteran Jakarta menjadi langkah awal pengembangan model pengelolaan penyakit kronis berbasis komunitas yang dapat diterapkan di berbagai perguruan tinggi maupun komunitas lain di seluruh Indonesia,” katanya.

Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kedua pihak akan segera menyusun tahapan implementasi program di lapangan. Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta menjelaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara bertahap, mulai 1 x 24 jam setelah pelaksanaan, dilanjutkan evaluasi mingguan, dua mingguan, hingga evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Dalam pelaksanaannya, program diawali dengan skrining riwayat kesehatan seluruh peserta. Peserta yang teridentifikasi memiliki faktor risiko hipertensi atau diabetes melitus akan bergabung dalam komunitas pengelolaan penyakit kronis.

Melalui komunitas tersebut, peserta akan mendapatkan edukasi kesehatan secara rutin, pemeriksaan kesehatan berkala, pendampingan oleh dokter umum, edukasi dari dokter spesialis, serta mengikuti berbagai kegiatan aktivitas fisik sebagai upaya pengendalian faktor risiko penyakit kronis.

Program ini terbuka bagi seluruh sivitas akademika UPN Veteran Jakarta yang telah berusia dewasa, termasuk mahasiswa. Tujuannya sebagai langkah awal deteksi dini dan mencegah individu yang memiliki faktor risiko agar tidak berkembang menjadi penderita hipertensi maupun diabetes melitus, sekaligus membantu peserta yang telah terdiagnosis untuk mengendalikan mengendalikan kondisi penyakitnya, mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, BPJS Kesehatan akan melakukan evaluasi bersama FK UPN setiap bulan. Hasil implementasi dalam tiga bulan pertama akan menjadi dasar untuk menentukan keberlanjutan program serta kemungkinan perluasan ke tingkat universitas maupun replikasi di berbagai daerah di Indonesia.(Hs.Foto:Hs)

Pos terkait