Jakarta, Beritainn.com, – Gelombang kasus penipuan online yang semakin marak, khususnya dengan kedok jasa pengiriman barang, mendorong J&T Express mengambil langkah tegas melalui kampanye literasi digital bertajuk “3C: Cek, Curiga, Cancel.” Kampanye ini menghadirkan aktris populer Asmara Abigail sebagai figur publik yang dipercaya mampu menyampaikan pesan edukasi secara dekat dan relevan kepada masyarakat.
Fenomena penipuan digital kini kian beragam modusnya. Data Goodstats mencatat, sepanjang tahun 2024, terdapat lebih dari 15 jenis serangan siber yang mengancam masyarakat Indonesia, termasuk phishing—modus yang seringkali memanfaatkan notifikasi palsu, email, maupun tautan mencurigakan yang terlihat meyakinkan.
Brand Manager J&T Express, Herline Septia, menegaskan bahwa edukasi ini lahir dari tanggung jawab perusahaan sebagai penyedia jasa logistik terpercaya.
“Kepercayaan pelanggan adalah prioritas utama kami. Karena itu, J&T Express berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari modus penipuan yang kerap menggunakan nama perusahaan logistik, termasuk J&T Express. Kampanye 3C ini kami hadirkan sebagai panduan sederhana, tapi ampuh, agar masyarakat lebih waspada,” ungkap Herline.
Tiga langkah sederhana “3C” menjadi inti dari kampanye ini:
• Cek: pastikan kebenaran informasi yang diterima,
• Curiga: periksa detail pengiriman dengan teliti, termasuk nomor resi,
• Cancel: segera abaikan atau laporkan jika ada indikasi mencurigakan.
Asmara Abigail: Dari Korban Jadi Penyampai Pesan
Pemilihan Asmara Abigail bukan tanpa alasan. Aktris yang dikenal lewat perannya di berbagai film horor ini ternyata pernah menjadi korban phishing berkedok pengiriman barang. Ia membagikan kisah nyata saat dirinya menerima notifikasi palsu yang seolah-olah berasal dari J&T Express. Tanpa sadar, ia sempat mengisi data pribadi hingga memasukkan informasi kartu kredit, yang kemudian berujung pada tagihan membengkak hingga puluhan juta rupiah.
Pengalaman pahit itu membuat Asmara merasa kampanye ini sangat penting. Dalam obrolan di siniar horor populer RJL5, ia berbagi kisahnya agar masyarakat lebih berhati-hati.
“Saya dulu berpikir hal seperti ini tidak akan menimpa saya. Ternyata, semua orang bisa menjadi target. Karena itu, saya ingin masyarakat tahu bahwa lebih baik waspada sejak awal,” ujar Asmara.
Perlindungan Digital, Bagian dari Layanan Logistik Modern
Melalui kampanye ini, J&T Express menegaskan bahwa peran perusahaan logistik tidak hanya terbatas pada mengantarkan barang, tetapi juga ikut melindungi pelanggan dari potensi ancaman digital.
Sebagai penyedia layanan logistik global yang hadir di 13 negara, J&T Express konsisten menghadirkan solusi berbasis infrastruktur pintar dan jaringan digital yang aman. Visi ini sejalan dengan misi global perusahaan: menghubungkan dunia dengan efisiensi lebih besar sekaligus membawa manfaat logistik untuk semua.
Dengan langkah edukatif seperti “3C: Cek, Curiga, Cancel,” J&T Express berharap masyarakat bisa lebih sigap menghadapi modus penipuan digital, dan tetap merasa aman mempercayakan pengiriman mereka. (ALN)







