Lahir Dari Keindahan Tarian Bali Pada Desain Mobil Mazda

Jakarta, Beritainn, – All-New Mazda CX-60 Product Planning Manager PT EMI, Kenny Wala, mengungkapkan bahwa desain dari mobil ini menampilkan keindahan dengan nilai filosofis yang kuat.

All-New Mazda CX-60 lahir dengan filosofi Jinba-Ittai yang lebih disempurnakan lagi oleh para engineer Mazda, ThePerfect Jinba-Ittai.

Filosofi ini mendefinisikan hubungan tanpa batas antara mobil dan pengemudi. Ideologi yang telah berkembang selama tiga generasi, mengubah pengalaman berkendara dan memikat para penggemar mobil di seluruh dunia.

Jinba-Ittai juga telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Mazda dalam pengembangan berbagai model kendaraan, terutama dalam aspek keselamatan dan kenyamanan.

Figur mobil Mazda yang didesain secara teliti, akan merefleksikan jiwa desainer itu sendiri. Dalam hal ini, Kodo diartikan hardbit atau detak jantung, akan selalu berevolusi untuk menciptakan hubungan emosional antara mobil dan penggunanya. Itulah yang akan merefleksikan jiwa desainernya,kata Kenny.

Desain mobil All-New Mazda CX-60 juga menarik perhatian dari penari Bali Nyoman Tianawati. Ketertarikannya tidak lepas dari desain yang dirasa lebih gagah dari SUV biasanya.

Exterior yang elegan dan memiliki lekukan indah perpaduan dari cahaya dan bayangan natural disekelilingnya, membuat warna-warna premium All-New Mazda CX-60 terlihat lebih cantik dan dinamis. Selain itu, Ia juga memberi perhatian pada Mazda MX-5.

“Walau saya perempuan, saya suka dengan desain dari All-New Mazda CX-60 karena bisa mengakomodasi bawaan yang banyak sebagai penari. MX-5,ungkap Nyoman Tianawati .

Nyoman Tianawati sendiri merupakan penari yang sudah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari 20 tahun di bidang tari sehingga masuk ke dalam Takumi, atau orang yang menekuni bidangnya selama lebih dari kurun waktu tersebut.

Fokusnya merupakan tari Legong yang sudah menjadi kebudayaan yang turun temurun di Bali.

Legong adalah genre tari Bali yang usianya sudah ratusan tahun dan merupakan perpaduan beberapa tarian kuno yang usianya lebih tua lagi dari Legong, yakni perpaduan tari Gambuh abad 13 dari kerajaan Majapahit dan perpaduan tari Sanghyang akhir abad 18 dari Sukawati.

Jadilah Tari Legong yang dikenal sekarang. Leg itu luwes lentur, artinya penari Bali harus punya kelenturan tubuh yang tinggi. Gong itu irama, jadi penari Bali ngga boleh kena sekenanya, harus luwes, lentur dan harus pas dengan ketukan, kata Nyoman Trianawati.

Hal itu menjadikan tari Legong menjadi spesial karena sejarah yang sangat panjang dan di dalam tarian ada filosofi dan sisi moral yang bisa diambil. Selain itu, tarian ini juga memiliki kesulitan yang tinggi sehingga membuat penari akan tertantang untuk belajar.

“Karena Legong sangat sulit, ragam geraknya harus menguasai beberapa tingkatan baru mencapai tingkat Legong “.

Selain talkshow, Mazda Indonesia juga memberikan promosi penjualan menarik bagi para pengunjung.

Selama pameran GIIAS 2023, pengunjung dapat menikmati penawaran cashback khusus, free aksesoris mobil spesial dan free souvenir eksklusif.

Mazda Indonesia juga memperkenalkan program leasing fleksibel dengan pilihan uang muka mulai dari 10%, suku bunga kompetitif, tenor hingga 7 tahun serta persetujuan instan.

KM dimana umumnya Mazda memberikan warranty berlaku selama 3 tahun atau 100.000 KM .

Program ini merupakan kemitraan antara PT
Eurokars Motor Indonesia dan PT Sompo Insurance Indonesia.(Listia)

Pos terkait