Memburu Talenta Unggul demi Keberlanjutan Perusahaan

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn.com, — Suksesi kepemimpinan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan sebuah perusahaan. Istilah suksesi berasal dari bahasa Latin successio yang berarti penggantian atau penerusan. Dalam praktiknya, suksesi tidak hanya tentang pergantian pemimpin, namun strategi jangka panjang untuk memastikan perusahaan terus tumbuh dan relevan sesuai visi dan misi.

Dalam konteks modern, keberhasilan suksesi sangat ditentukan oleh pengelolaan talenta melalui strategi pengembangan yang tepat, baik dengan pendekatan build, buy, maupun borrow. Kebijakan ini menjadi kritik demi memastikan pemimpin masa depan lahir melalui sistem yang terencana, terukur, dan berbasis kompetensi.

Kisah Suksesi Inspiratif Ignasius Jonan

Salah satu contoh nyata keberhasilan strategi suksesi adalah perjalanan Ignasius Jonan saat memimpin PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Datang dari dunia perbankan, Jonan dipercaya memimpin KAI pada periode 2009–2014, meski tidak berasal dari industri transportasi. Namun melalui transformasi besar-besaran, ia berhasil mengubah wajah perkeretaapian nasional menjadi jauh lebih modern, nyaman, dan berorientasi layanan—hasil yang masih bisa dirasakan hingga kini.

Lebih dari itu, Jonan juga sukses menyiapkan pemimpin internal untuk melanjutkan transformasi tersebut. Beberapa direksi yang merupakan talent internal PT KAI yang melanjutkan estafet kepemimpinan antara lain:

Nama Jabatan Periode

1.Awan Hermawan Purwadinata Direktur Operasi 2019–2025
2.John Roberto Direktur Keselamatan & Keamanan 2019–2023
3.Edi Sukmoro Direktur Utama 2014–2020
4.Apriyono Wedi Chresnanto Direktur SDM & Umum 2016–2018

Jonan dalam sebuah forum pernah menegaskan, “Seorang pemimpin itu selalu berharap, orang yang kita pimpin itu suatu hari akan menjadi pemimpin yang lebih hebat dari kita.” Hal ini mencerminkan prinsip bahwa pemimpin sejati tidak hanya memimpin, tapi juga melahirkan generasi pemimpin baru.

Arah Strategis dan Pengembangan Talenta

Dalam menghadapi era disrupsi dan perubahan cepat, perusahaan harus menyiapkan talenta unggul berlandaskan arah strategis yang jelas. Visi pengembangan diarahkan dalam delapan pilar strategis, yakni Protection, Valuable, Customer, Profitable & Sustainable, Progressive, People, Trusted, dan Integrated.

Penguatan talenta difokuskan pada budaya kerja berbasis kinerja yang mengacu pada nilai-nilai AKHLAK, serta penggunaan teknologi informasi untuk memperkuat integrasi data dan proses bisnis.

Suksesi Bukan Sekadar Pengganti, Tapi Membangun Sistem

Pemilihan dan pengembangan talenta tidak bisa bersifat instan. Tanpa perencanaan matang, suksesi yang tidak tepat akan membawa disrupsi operasional dan menurunkan moral organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan identifikasi posisi kritikal, pengembangan talent berbasis knowledge, competencies, experience, & attributes, pembentukan budaya pembelajaran dan kesiapan talenta, kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif, kepemimpinan menjadi faktor utama keberhasilan suksesi. Pemimpin yang kuat tidak hanya mengeksekusi strategi, tetapi juga memastikan keberlanjutan melalui penciptaan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Ke depan, perusahaan yang mampu membangun sistem suksesi yang kuat akan lebih mampu bertahan menghadapi ketidakpastian. Suksesi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis demi keberlanjutan dan pertumbuhan berkelanjutan.(Hs.Foto: Jasa Raharja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *