Perdagangan RI–China Tembus USD 135 Miliar, J&T Express Perkuat Kolaborasi Logistik dan E-Commerce

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn.com, – Hubungan dagang antara Indonesia dan China terus menunjukkan tren positif. Pada 2024, nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai sekitar USD 135 miliar. Momentum ini membuka peluang besar bagi penguatan kerja sama lintas sektor, khususnya di bidang logistik dan e-commerce.

Menangkap peluang tersebut, J&T Express, sebagai penyedia layanan logistik berskala global, menegaskan komitmennya untuk mendukung optimalisasi potensi perdagangan Indonesia–China. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Sebagai bentuk konkret komitmen tersebut, J&T Express baru-baru ini menggelar program industry visit and conference yang melibatkan sejumlah perusahaan terkemuka asal China. Kegiatan ini didukung oleh China Apparel Logistics Association di bawah naungan China Federation of Logistics & Purchasing.

Program ini bertujuan memperdalam hubungan strategis antara pelaku logistik dan e-commerce Indonesia dan China, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi perusahaan global maupun lokal.

Komisaris J&T Express, Iwan Senjaya, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi Indonesia serta mempromosikan potensi nasional di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat.

“Indonesia semakin diakui sebagai pasar utama di Asia Tenggara dengan potensi besar di sektor logistik dan e-commerce. Berbekal pengalaman serta jaringan global yang kami miliki, J&T Express siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui penguatan solusi logistik nasional dan kerja sama dengan perusahaan berskala global,” ujar Iwan.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal China Apparel Logistics Association CFLP, Shi Wei, menilai pasar Indonesia menawarkan peluang signifikan bagi pengembangan sektor logistik dan e-commerce.

“Pertumbuhan pasar Indonesia memberikan potensi besar bagi kolaborasi berkelanjutan. Kami melihat peluang kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya untuk ekspansi bisnis di kawasan Asia Tenggara,” ungkapnya.

Sebagai informasi, China Apparel Logistics Association of CFLP didirikan pada 27 Maret 2017 dan merupakan organisasi industri nasional yang menaungi perusahaan di sektor alas kaki dan fesyen, kecantikan dan perawatan pribadi, tas dan aksesoris, hingga tekstil rumah tangga. Asosiasi ini berfokus pada penguatan ekosistem logistik dan rantai pasok industri gaya hidup di China.

Dalam program tersebut, J&T Express menghadirkan sejumlah perusahaan ternama asal China, seperti Mercury Home Textiles, Bosideng, Xtep, Lancy, dan Urban Beauty. Para peserta juga berkesempatan mengunjungi fasilitas logistik J&T Express di Indonesia, mulai dari drop point hingga pusat sortir, serta menjajaki potensi kerja sama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka nasional. (ALN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *