Jakarta, Beritainn,- Catatan pertumbuhan luar biasa oleh Kanmo Group dalam petumbuhan laba dua digit pada masa pandemi saat ini dengan transformasi digital yang terjadi.
Sektor ritel menjadi salah satu sektor yang paling terpengaruh oleh Covid-19. Pada bulan Mei 2020 lalu tercatat penjualan ritel minus di angka 20,6% dan juga terdapat ribuan gerai ritel di Indonesia terpaksa gulung tiker.
Kanmo group sebagai salah satu perusahaan ritel ternama yang ada di Indonesia juga mendapatkan tantangan yang sama akibat pandemi ini. Untuk Kanmo group ini sendiri memiliki mayoritas pendapatan dari penjualan offline, sehingga saat pandemi terjadi perusahaan harus mencari jalan terbaik agar semua bisa tetap berjalan.

Salah satu hal yang memang telah dilakukan oleh Kanmo Group yaitu transformasi digital baik untuk operasional perusahaan maupun untuk perdagangan.
“Sesuai dengan visi kami, yaitu untuk menginspirasi dan memperkaya perjalanan kehidupan untuk pelanggan Indonesia, prioritas utama kami selalu terletak pada kenyamanan dan layanan pelanggan. Kami melihat bahwa pelanggan sekarang menginginkan pengalaman belanja yang mudah dan sesuai dengan gaya hidup mereka, sehingga kami pun berupaya untuk mengakomodasi hal tersebut dengan bekerja sama dengan Xendit. Kini, semua pelanggan Kanmo Group bisa menikmati pengalaman belanja dan pembayaran yang aman, mudah, baik itu di aplikasi, website, ataupun platform social commerce kami,” jelas Anuj Kumar Maheshwari, Group CFO dari Kanmo Group.
Kanmo Group adalah salah satu perusahaan ritel yang telah memutuskan untuk menggunakan platform pembayaran digital yang bisa memudahkan semuanya. Kanmo Group juga telah memutuskan untuk bekerjasama dengan startup fintech digital yakni Xendit.
Melalui kerjasama yang dilakuakan oleh Kanmo dengan Xendit ini akan memudahkan pembeli untuk menggunakan berbagai meotde pembayaran modern, seperti e-wallet, transfer bank, kartu kredit, dan juga Pay Later dari mitra Xendit. (Chintya)







