PKJS-UI Lakukan Penelitian Mengenai Kebijakan Rokok Murah yang Berdampak Besar Pada Angka Kemiskinan di Anak Jalanan

Jakarta, Beritainn,- Hadirnya kebijakan mengenai rokok murah menjadi pemicu dari lingkaran kemiskinan pada anak jalanan.

Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) telah luncurkan penelitian mengenai “Ancaman Keterjangkauan Produk Rokok pada Anak Jalanan: Studi Kualitatif”. Pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak jalanan sangat rentan terhadap konsumsi rokok yang mengakibatkan adiksi.

Anak jalanan termasuk kelompok anak yang harus dilindungi karena literasi pendidikan mereka yang tidak memadai dan mereka dihadapkan pada efek berbahaya dari merokok. Potret ancaman perilaku merokok pada anak jalanan disertai dengan kebijakan pengendalian masih jarang dilakukan pada penelitian-penelitian sebelumnya.

Risky Kusuma Hartono, Ph.D yang merupakan tim riset PKJS-UI telah menyampaikan beberapa poin temuan dalam studinya yakni Pertama, pendapatan anak jalanan bervariasi diantara Rp 25.000-Rp300.000 tapi uang tersebut akan habis untuk membeli rokok. Kedua, anak jalan membeli rokok batangan atau ketengan. Ketiga, mayoritas informan memiliki persamaan persepsi bahwa harga rokok masih murah di Indonesia. Keempat, Anak jalanan tersebut akan berpikir ulang untuk membeli rokok apabila harga rokok lebih mahal dari saat ini. Kelima, Jenis rokok yang paling banhak dikonsumsi oleh anak jalan adalah rokok jenis 1. Keenam, Edukasi bahaya merokok belum berhasil. Ketujuh, Efek jangka pendek kondisi ekonomi akibat perilaku merokok.

Harga rokok di Indonesia masih murah dan terjangkau oleh anak-anak, serta masih dijual secara ketengan. Untuk mengatasi kebiasaan merokok di kalangan anak-anak, kebijakan perlu melihat bukti empiris pada berbagai kelompok masyarakat, termasuk pada anak jalanan.
PKJS-UI telah melaksanakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada bulan Juni-Agustus 2022 yang bertujuan untuk menganalisis ancaman keterjangkauan produk rokok di kalangan anak jalanan.

Pengambilan data berlokasi di Jadetabek (Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Selain anak jalanan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pembina rumah singgah anak jalanan serta Perwakilan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah juga menjadi informan dalam studi ini.(Chintya)

Pos terkait