Pengeroyokan Kakek 89 Tahun Hingga Tewas, Benarkah Ada Skenario di Baliknya?

  • Whatsapp
banner 468x60 setelah gambar unggulan pada postingan berita

Jakarta, Beritainn,- Kasus pengeroyokan terhadap seorang kakek berusia 89 tahun yang harus kehilangan nyawanya masih menjadi misteri bagi sang anak, Virsha Syahrina.

Baru-baru ini terjadi sebuah kasus pengeroyokkan terhadap seorang kakek yang sudah berusia 89 tahun bernama Wiyanto Halim. Sebagai seorang anak pertama, Virsha Syahrina tidak terima atas kejadian yang menimpa ayahnya tersebut. Virsha pun menjelaskan dugaannya bahwa terdapat sebuah scenario dalam kasus pengeroyokkan ayahnya yang menyebabkan kematian pada Minggu (23/1/2022) dini hari lalu.
“Tidak mungkin (dikeroyok) melihatnya aja udah tua, tidak deh harusnya seperti itu. Di beberapa (orang) yang aku tanyain itu biasanya kayak gitu, tapi ini kenapa melihat langung tarik terus langsung dihabisi gitu. Jadi kalau aku mikirnya kayak gitu, aku ngeduganya kayak gitu. Karena dari awal video itu kok terkesannya itu kayak dibikin,” jelas Virsha saat ditemui di Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2022).
Berbagai macam spekulasi dan kecurigaan hadir dibenak sang anak Virsha mengenai ayahnya kala itu, Virsha menjelaskan bahwa sang ayah selalu pulang tepat waktu yakni pukul 20.00 karena harus mengurus sang istri yang sakit dirumah. Virsha juga mengatakan bahwa sang ayah tidak pernah keluar rumah hingga larut malam kecuali didampingi oleh sang supir.
Selain itu pula menurut keterangan sang anak bahwa beberapa hari sebelum aksi pengeroyokkan tersebut, sang ayah bertemu dengan wartawan dan mengatakan dengan jelas bahwa nyawanya saat ini sedang terancam.
“Dia (papi) menceritakan kayaknya nyawa saya tidak lama lagi nih, nyawa saya kan dihargai Rp6 miliar. Sekarang dengan omongan kayak gitu, siapa yang tidak tambah yakin gitu,” ungkap Virsha.
Beberapa hal yang terjadi pada sang ayah, Wiyanto Halim, sebelum pengeroyokan itu terjadi semakin membuat sang anak curiga bahwa ada scenario tersembunyi mengenai pengeroyokan yang ditujukkan untuk ayah tercintanya itu. (Chintya)

 

banner 300x250 dibawah postingan
banner 468x60 dibawah konten pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.