PrimaKu Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Parenthood Institute 2025 untuk Cegah Stunting

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn.com, — PrimaKu kembali mempertegas perannya sebagai platform parenting digital terdepan di Indonesia melalui penguatan kolaborasi lintas sektor demi menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak. Pada 2025, ekosistem PrimaGroup menghadirkan inovasi yang semakin terintegrasi, melibatkan orang tua, tenaga medis, kader, hingga fasilitas kesehatan.

Salah satu pilar utama ekosistem adalah PrimaCare, aplikasi manajemen klinik yang terhubung dengan SATUSEHAT, membantu klinik dan praktik mandiri mengelola layanan lebih efisien. Di sisi lain, PrimaPro menawarkan tools dan referensi medis untuk dokter anak serta memudahkan pemantauan tumbuh kembang melalui integrasi langsung dengan aplikasi PrimaKu.

Untuk orang tua, PrimaKu memperluas fitur Booking Layanan, yang kini mencakup pemesanan vaksin, pemeriksaan laboratorium, hingga layanan kesehatan keluarga di ratusan klinik, termasuk beberapa cabang Prodia. Sementara di komunitas, program KaderKu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat perkembangan signifikan, dengan 80% anak peserta mengalami peningkatan z-score.

Efektivitas ekosistem PrimaKu juga diperkuat penelitian dr. Endy Widya Putranto, Ph.D, Sp.A (UGM). Studi tahun 2025 itu menunjukkan anak pengguna PrimaKu memiliki kelengkapan imunisasi 2,5 kali lebih tinggi dan ketepatan waktu 3,2 kali lebih baik dibanding non-pengguna.

Hadirkan 12 Kelas Edukasi Parenting

Mengusung tema “Akses Belajar Tanpa Batas untuk Parenting Berkualitas”, PrimaKu kembali menggelar Parenthood Institute pada 19 November—18 Desember 2025. Program ini menyediakan artikel, video pendek, hingga SuperClass, kelas eksklusif bersama dokter spesialis dan pakar tumbuh kembang.

Tahun ini, SuperClass menghadirkan dua nama baru: Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) dan Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A, yang melengkapi total 12 kelas mengenai tumbuh kembang, nutrisi, imunisasi, dan pola asuh. Pengguna juga dapat mengumpulkan poin dari aktivitas belajar untuk memenangkan total hadiah Rp20 juta. PrimaKu turut menggandeng Livin’ by Mandiri melalui fitur Sukha agar SuperClass bisa diakses langsung dari aplikasi tersebut.

CEO PrimaKu, M. Aditriya Indraputra, CFA dalam konferensi pers yang berlangsung di Menara Mandiri II, Jakarta, menyebut minat pengguna yang terus meningkat mendorong rencana menghadirkan Parenthood Institute sebagai program sepanjang tahun mulai 2026.

Sementara itu, dr. Yuni Astria, Sp.A, menilai SuperClass memberi pemahaman berbasis ilmu kedokteran anak yang praktis dan relevan untuk pencegahan stunting.

Sekretaris II PP IDAI, dr. Ade Djanwari Pasaribu, Sp.A, menambahkan bahwa program ini sejalan dengan upaya IDAI memperluas literasi kesehatan anak berbasis bukti ilmiah.

Dapat Apresiasi Internasional, Jajaki Kolaborasi Global

Kinerja PrimaKu sepanjang 2025 turut mendapat perhatian global. Platform ini menjadi delegasi Indonesia di Skoll Global Forum di Oxford, mempresentasikan peran teknologi dalam memperkuat ekosistem kesehatan anak di negara berkembang.

Selain itu, Save the Children Global Ventures (SCGV) memberi apresiasi terhadap model ekosistem PrimaKu dan tengah menjajaki peluang kerja sama untuk memperluas dampak, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses kesehatan.

Head of Impact Investing Asia Pacific SCGV, Lisa Fedorenko, menilai pendekatan digital PrimaKu mampu mendorong perilaku kesehatan preventif, termasuk imunisasi lengkap dan tepat waktu.

Dengan semakin terintegrasinya layanan PrimaCare, PrimaPro, KaderKu, dan Parenthood Institute, PrimaKu menegaskan posisinya sebagai penghubung antara edukasi, layanan kesehatan, dan teknologi.

“Pencegahan stunting adalah kerja bersama. Seluruh inovasi PrimaKu dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak Indonesia,” tutup tegas CEO Aditriya.(Hs.Foto:Hs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *