Jakarta, Beritainn.com, — Menjawab meningkatnya kompleksitas kasus medis serta tuntutan layanan bedah yang lebih aman dan minim risiko, Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC) resmi meluncurkan Layanan Bedah Robotik Generasi Terbaru dengan teknologi Robotic Tele-Surgical System. Inovasi ini menandai langkah strategis RS MMC dalam mendukung transformasi layanan kesehatan Indonesia menuju standar internasional yang mengedepankan presisi, keselamatan pasien, dan kualitas hidup pascaoperasi.
Perkembangan dunia medis menunjukkan bahwa pasien tidak hanya menuntut kesembuhan, tetapi juga mengharapkan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang rendah, serta waktu pemulihan yang lebih singkat. Di sisi lain, sistem kesehatan nasional masih menghadapi tantangan distribusi dokter subspesialis dan kebutuhan penanganan kasus kompleks secara cepat dan akurat.
Teknologi Robotic Tele-Surgical System hadir sebagai solusi atas tantangan tersebut. Sistem ini memungkinkan tindakan bedah dengan tingkat akurasi tinggi melalui pendekatan minimal invasif, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan tindakan bedah jarak jauh (telesurgery). Dengan demikian, kualitas layanan tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh keahlian dokter dan presisi teknologi.
Mengusung tema “The First Next-Gen Robotic Surgery: World-Class Precision within Your Reach”, sistem ini dilengkapi visualisasi 3D definisi tinggi, presisi hingga tingkat sub-milimeter, serta instrumen robotik dengan fleksibilitas gerak melebihi kemampuan tangan manusia. Keunggulan tersebut memungkinkan prosedur bedah kompleks dilakukan dengan gangguan minimal terhadap jaringan sehat, sehingga menurunkan risiko trauma dan komplikasi.
Bagi pasien di Indonesia, khususnya yang membutuhkan penanganan kasus kompleks atau berdomisili jauh dari pusat rujukan, teknologi ini membuka akses terhadap layanan bedah berstandar tinggi tanpa harus menempuh perjalanan panjang. Selain meningkatkan peluang keberhasilan tindakan medis, teknologi ini juga mengurangi beban fisik, psikologis, dan logistik bagi pasien serta keluarga.
Direktur Utama RS MMC, dr. Isnindyarti, MKM, menegaskan bahwa peluncuran layanan ini merupakan bagian dari transformasi fundamental dalam filosofi pelayanan rumah sakit.
“Ini bukan sekadar penambahan teknologi, melainkan perubahan cara kami merawat pasien. Kami menghadirkan masa depan bedah di Indonesia hari ini. Target kami jelas: hasil maksimal, risiko minimal, dan pemulihan lebih cepat agar pasien dapat kembali produktif,” ujarnya.
Keunggulan Layanan Bedah Robotik RS MMC:
1.Presisi Tinggi untuk Kasus Kompleks
2.Meminimalkan kerusakan jaringan sehat dan menurunkan risiko komplikasi.
3.Telesurgery (Operasi Jarak Jauh)
4.Memungkinkan kolaborasi dan akses ke dokter spesialis unggulan lintas wilayah.
5.Sayatan Minimal & Nyeri Lebih Rendah
6.Mengurangi perdarahan dan risiko infeksi.
7.Pemulihan Lebih Cepat & Rawat Inap Lebih Singkat
8.Meningkatkan efisiensi perawatan dan kualitas hidup pasien.
Peluncuran layanan ini ditandai dengan demonstrasi live surgery yang dilakukan oleh dr. Febiansyah Ibrahim, Sp.B, Subsp.BD(K) dan dr. Caroline Supit, Sp.B, yang memperlihatkan penerapan langsung teknologi bedah robotik dalam praktik klinis. Acara dilanjutkan dengan diskusi panel bersama Prof. dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U(K), FICRS, PhD dan dr. Gerhard Reinaldi Situmorang, Sp.U-K, PhD, membahas peran bedah robotik dan telesurgery dalam meningkatkan keselamatan pasien serta hasil jangka panjang.
Sebagai bentuk komitmen memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis mutakhir, RS MMC memberikan penawaran khusus bagi 25 kasus pertama penggunaan layanan Bedah Robotik ini.
Acara peluncuran turut dihadiri jajaran direksi PT Kosala Agung Metropolitan (PT KAM), perwakilan Kementerian Kesehatan RI, serta Mr. Li Tao dari Toumai, mitra teknologi penyedia sistem Robotic Tele-Surgical System.
Dengan inovasi ini, RS MMC memperkuat posisinya sebagai rumah sakit yang adaptif terhadap perkembangan medis global sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem layanan kesehatan nasional berstandar internasional.(Hs.Foto:Hs)







