Sampoerna University Jadi Pelopor Autentikasi Ijazah Berbasis Blockchain

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn.com, – Sampoerna University Bekerja sama dengan WIR Group (PT WIR ASIA Tbk) mempelopori penggunaan blockchain untuk autentikasi ijazah demi meningkatkan daya saing lulusan Sampoerna University.

Acara ini juga dihadiri oleh Head of Blockchain Nusameta, Aldi Rahardja. Dr. Marshall Schott selaku President Sampoerna University dan Gupta Sitorus selaku Group Chief Sales and Marketing Officer WIR Group telah menandatangani Nota Kesepahaman pada 24 Januari 2024 di Jakarta.

Sebagai pionir dalam autentikasi ijazah berbasis blockchain, Sampoerna University ingin menjawab keraguan atas dampak negatif dari teknologi blockchain dan lebih memandang potensi yang dimiliki dari penerapan teknologi blockchain ini. Pemanfaatan teknologi berbasis blockchain merupakan inovasi penting dalam verifikasi kredensial dalam dunia pendidikan.

Untuk itu Sampoerna University memastikan ijazah yang diterbitkan dapat dengan mudah diverifikasi dan diakui secara global. Implementasi teknologi blockchain diharapkan dapat memberikan kepercayaan yang lebih tinggi kepada mahasiswa, alumni, pemberi kerja dan pihak-pihak terkait.

Menurut riset dari firma riset Gartner, Inc pada tahun 2019, hanya ada 2% institusi pendidikan tinggi di dunia yang sudah menerapkan teknologi blockchain. Riset yang dikeluarkan oleh Business Research Insight pada awal tahun 2024 yang menyatakan akan ada pertumbuhan pangsa pasar dalam hal penerapan blockchain di sektor pendidikan sebesar 44% pada rentang tahun 2021 hingga 2030.

Fakta ini tentu bisa menjadi tolak ukur bahwa kedepannya penggunaan teknologi blockchain akan semakin luas dan masif di sektor pendidikan.
Dr. Marshall Schott selaku President Sampoerna University mengatakan “Kami percaya bahwa penerapan teknologi blockchain adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang terdepan dan memberikan nilai tambah kepada seluruh komunitas akademis kami. Sistem ini juga dapat mengatasi masalah terkait penipuan kredensial atau pemalsuan ijazah, menyederhanakan proses verifikasi dan memberikan kontrol lebih kepada mahasiswa atas catatan akademik mereka.

Kami yakin langkah ini bisa menjadi awal yang baik dalam mempersiapkan mahasiswa kami untuk dapat bersaing di masa depan dengan terus mengedepankan kreativitas dan inovasi dalam menjawab tantangan di dunia pendidikan saat ini,” ujar Dr. Schott.

Group Chief Sales and Marketing Officer WIR Group mengatakan “Pemanfaatan blockchain untuk autentikasi ijazah mencerminkan implementasi sistem pendidikan bergaya Amerika di Indonesia, di mana pendekatan pendidikan ala Amerika menekankan agility dalam menghadapi dinamika perubahan zaman. Kami yakin dengan menerapkan teknologi blockchain dalam autentikasi ijazah ini, Sampoerna University dapat lebih mempersiapkan lulusannya agar siap bekerja dan bersaing di dunia Internasional,” ucap nya.(ALV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *