Jakarta, Beritainn,- Sharp Corporation tetapkan visi bisnis nya pada hari jadi yang ke-110, yakni ‘Mengubah Dunia Dengan Teknologi 8K + 5G dam AIOT’.
Tepat pada 15 September 2022 Sharp Corporation telah memperingati hari jadi yang ke-110 tahun. Sharp sebagai produsen elektronik kelas dunia yang melahirkan produk inovatif dengan teknologi terkini memiliki peran penting pada industri elektronik masa depan.
Kini dalam hari jadi nya yang ke-110, Sharp telah tetapkan visi bisnis nya yakni ‘Mengubah dunia dengan teknologi 8K+5G dan AIOT’. Teknologi 8K menghasilkan gambar yang sangat tajam seperti aslinya dan menghasilkan penemuan baru yang mengagumkan.
Dalam mewujudkan visi tersebut, Sharp mengutamakan 3 prinsip dalam bisnis-nya yaitu Smart Life, 8K Ecosystem dan ICT, secara bersamaan dengan dua bisnis perangkat, yaitu perangkat display dan perangkat elektronik yang mendukung-nya terintegrasi dalam meraih bisnis ‘One Sharp’.
Sharp menghadirkan produk – produk unggulan untuk keperluan rumah tangga seperti AQUOS untuk merek TV dan smartphone, lalu teknologi plasmacluster yang dibenamkan pada produk pembersih udara, AC, lemari es, mesin cuci dan penyedot debu, kemudian merek Healshio untuk produk oven dan panci masak anhydrous untuk penggunaan dapur.
Selain itu pula, Sharp bersama Human Initiative melibatkan beberapa komunitas lingkungan dan masyarakat Karawang memantau perkembangan pohon – pohon tersebut yang diperkirakan jika pohon ini berusia dewasa akan mampu menyerap karbon sebanyak 264.338 Ton.
Selain berfungsi menyerap karbondioksida dan mensuplai oksigen, pohon –pohon ini akan berfungsi sebagai pengikat tanah guna menghindari bencana banjir dan longsor. Sharp telah menanam lebih dari ratusan ribu pohon guna membantu penyerapan air ke dalam tanah dan mengurangi laju perubahan iklim.
Program penanaman ini pun menjadi kontribusi Sharp dalam mensukseskan program pemerintah Indonesia yang menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 29% di tahun 2030 dan visi Sharp sendiri yang menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 60% di tahun 2035.(Chintya)







