SMK Bakti Idhata Gandeng Indibiz: Dorong Transformasi Digital Pendidikan Vokasi di Jaksel

Jakarta Beritainn.com, — Dalam upaya mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan vokasi, SMK Bakti Idhata menjalin kemitraan strategis dengan Indibiz, platform digital milik Telkom Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan pelajar dan pelaku usaha muda. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan keterampilan digital siswa sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di Jakarta Selatan.

“Sebagai sekolah swasta berbasis IT, kami dituntut untuk selalu relevan. Maka dari itu, kolaborasi dengan Telkom sangat penting. Internet cepat, laboratorium yang terus diperbarui, serta pelatihan digital dari Telkom adalah fondasi untuk mendidik siswa kami agar siap bersaing,” ujar Nurman, M.Pd, Kepala SMK Bakti Idhata dengan pengalaman mengajar lebih dari 23 tahun.

Nurman menjelaskan, SMK Bakti Idhata memiliki tiga jurusan unggulan. Pertama, Desain Komunikasi Visual (DKV). Kedua, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Ketiga jurusan tersebut, menempatkan SMK Bakti Idhata sebagai pelopor sekolah IT di wilayahnya. Berbagai prestasi pun telah diraih, termasuk juara 2 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Jakarta Selatan dan sederet penghargaan di bidang olahraga serta desain grafis.

Bagi Nurman, kemitraan antara SMK Bakti Idhata dan Indibiz menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dunia pendidikan dan industri dapat mempercepat lahirnya generasi digital yang siap kerja dan siap berkarya.

Nurman juga menekankan pentingnya peran guru dalam mengimbangi kurikulum yang dinamis dan teknologi yang cepat berubah. “Di bawah Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk terus belajar. Maka pelatihan dan pendampingan seperti yang Telkom lakukan di program IoT dan platform Pijar sangat kami butuhkan,” tambahnya.

Di SMK Bakti Idhata, transformasi digital bukan sekadar jargon. Absensi sudah dilakukan secara digital, guru dibekali laptop, dan seluruh ruang kelas serta lorong memiliki akses WiFi. Sekolah bahkan pernah menyelenggarakan kompetisi Mobile Legends.

Lebih dari sekadar penyedia layanan, Indibiz, bagian dari Telkom Indonesia juga dianggap sebagai mitra strategis dalam membentuk kultur pembelajaran digital yang adaptif. Nurman berharap, kerjasama ini berlanjut dalam bentuk mentoring berkelanjutan, termasuk pelatihan lanjutan bagi guru dan siswa dalam bidang IoT, cloud, maupun pengembangan portofolio digital.

“SMK memang sering dianggap kelas dua dibanding SMA, tapi kami melihatnya berbeda. Justru banyak dari siswa kami yang punya semangat besar, dan mampu kuliah sambil kerja. Sekitar 60% lebih lulusan kami melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sambil tetap bekerja. Artinya, mereka mampu mandiri sejak dini. Dan semua itu semakin terakselerasi atas dukungan dari Industri, termasuk dari Indibiz,” tutup Pak Nurman.(ALN)

Pos terkait