Strategi Triple Readiness Jadi Kunci Lulusan Kampus Tembus Dunia Kerja Era AI

Jakarta, Beritainn.com, – Yassierli menegaskan lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah untuk bersaing di era kecerdasan buatan. Dalam orasi ilmiah di Universitas Paramadina, ia memperkenalkan konsep Strategi Triple Readiness Lulusan Perguruan Tinggi Era AI sebagai bekal utama menghadapi perubahan dunia kerja.

Menurutnya, disrupsi teknologi telah mengubah lanskap pekerjaan secara masif.
Data dari LinkedIn menunjukkan 80 persen jenis pekerjaan saat ini tidak ada dua
dekade lalu, dan separuh pekerjaan berpotensi hilang dalam 10 tahun ke depan.
Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah kesenjangan keterampilan digital yang masih rendah.

Strategi pertama adalah Technical Skills Readiness, yakni penguasaan keterampilan
teknis seperti digital skill tingkat lanjut dan kompetensi ekonomi hijau. Kedua, Human Skills Readiness, meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, empati, dan
kepemimpinan yang tidak bisa digantikan AI. Ketiga, Market Entry Readiness, yaitu
kesiapan memasuki dunia kerja melalui portofolio, pengalaman magang, dan
sertifikasi.

Menaker juga menyoroti bahwa hampir 70 persen perusahaan kini mencari kandidat
yang memiliki pemahaman dasar AI. Hal ini menegaskan pentingnya adaptasi teknologi bagi lulusan baru agar tetap relevan.

Melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, pemerintah terus
mendorong peningkatan kompetensi lewat program pelatihan vokasi dan upskilling.

Lulusan diimbau memiliki pola pikir berkembang agar mampu bersaing di tengah transformasi digital ketenagakerjaan. (CJ RUBUN)

Pos terkait