Untuk Pertama Kalinya, Inggris Hadir di Forum Keamanan ASEAN: Komitmen Baru Hadapi Kejahatan Transnasional

  • Whatsapp

Kuala Lumpur, Beritainn.com — Inggris mencatat tonggak penting dalam hubungannya dengan Asia Tenggara dengan berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam Konsultasi Terbuka Pertemuan Pejabat Senior ASEAN tentang Kejahatan Transnasional (SOMTC), yang digelar di Kuala Lumpur. Keterlibatan ini menandai komitmen nyata Inggris dalam memperkuat kerja sama keamanan dan penegakan hukum di kawasan yang strategis ini.

Inggris diwakili oleh Direktur Strategi Internasional, Keterlibatan, dan Devolusi dari Kementerian Dalam Negeri, yang membawa pesan kuat: dunia semakin terhubung, begitu pula ancaman kejahatannya — dan kerja sama internasional kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Dalam pertemuan tersebut, Inggris bersama Vietnam mempresentasikan inisiatif bersama yang inovatif untuk menangani dua isu krusial yang meresahkan dunia: perdagangan manusia dan pusat penipuan daring (scam centres). Usulan ini disambut hangat oleh negara-negara peserta sebagai langkah konkret menuju aksi kolektif yang lebih terarah dan berdampak.

Komitmen yang Semakin Dalam

Partisipasi ini memperkuat jaringan kemitraan Inggris dengan ASEAN, melanjutkan kerja sama yang telah berjalan melalui Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) bersama ASEANAPOL, dan dukungan aktif Inggris terhadap pembentukan Kelompok Kerja ASEAN tentang Pencucian Uang, bersama Malaysia dan UNODC.

Vietnam, selaku Koordinator Hubungan Dialog ASEAN–Inggris 2024–2027, menyatakan:

“Konsultasi ini adalah langkah tepat waktu dan bermakna dalam menghadapi kejahatan transnasional. Usulan bersama Inggris–Vietnam mencerminkan tekad kolektif untuk mendorong kerja sama yang nyata dan ke depan. Kami menyambut keterlibatan berkelanjutan Inggris dan siap bekerja erat membangun kawasan yang aman dan berbasis aturan.”

Dukungan ASEAN Kian Kuat

Malaysia, yang akan menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2025, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap partisipasi Inggris:

“Kami menyambut baik kehadiran Inggris dalam forum ini. Ini menunjukkan keseriusan bersama dalam membongkar jaringan kriminal lintas batas, memperkuat integritas keuangan, dan menghadirkan keamanan digital yang lebih kokoh di kawasan.”

Komentar Duta Besar Inggris untuk ASEAN

Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Sarah Tiffin, menegaskan komitmen negaranya:

> “Kejahatan transnasional tidak mengenal batas negara — dan begitu juga komitmen kita. Bersama ASEAN, Inggris siap menghadapi tantangan seperti perdagangan manusia, penipuan, dan pencucian uang. Kejahatan ini bukan hanya soal kerugian ekonomi, tetapi soal hak asasi, stabilitas, dan kepercayaan publik. Kita berdiri bersama untuk melawannya.”

Sebagai bentuk konkret dukungan jangka panjang, Inggris telah berkomitmen mendukung UNODC–INTERPOL Global Fraud Summit pada Maret 2026 dan akan menjadi tuan rumah Illicit Finance Summit, mempertemukan negara-negara dari seluruh dunia dalam upaya mempercepat penerapan standar global serta mempererat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan sektor swasta.(ALN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *