Jakarta, Beritainn, — Dunia Fashion semakin hari semakin berkembang dengan kreatifitas desainer-desainer muda Indonesia dan tidak kalah dengan desainer Internasional. Salah satu desainer muda Indonesia berbakat yaitu Ria Miranda.
Ria Miranda, seorang fashion designer ternama berdarah Minang, juga amat berperan dalam membawakan
budaya Indonesia. Lewat karya-karyanya selama ini, dan di 2023 Ria mempersembahkan Minang Dekade,
perayaan sepuluh tahun koleksi Minang Heritage dari RiaMiranda yang diadakan di gerai RiaMiranda Pondok Indah Mall 2 pada tanggal 13 – 19/2/2023. Selama 13 tahun berdiri, koleksi RiaMiranda selalu terinspirasi dari tanah kelahirannya, tanah Minang.
“Karya-karya saya selalu lekat dengan budaya Minang. Sebab Minang dengan keelokan budaya dan tradisinya selalu punya cerita. Bahkan ukiran pada Rumah Gadang pun punya makna yang menginspirasi
koleksi saya tahun ini,” kata Ria Miranda, selaku Creative Director dari brand RiaMiranda.
Menurut Ria, perjalanan 10 tahunnya memperkenalkan budaya Minang, menjadi kebanggaan tersendiri untuknya. Berawal dari inspirasi songket milik ibunya, Ria memulai mengeksplorasi karyanya yang pada akhirnya diwujudkan pada exhibition yang bertajuk “RiaMiranda Minang Dekade Legacy Onward” ini, yang juga dipersembahkan sebagai bentuk rasa syukur dan tanda kasih untuk keluarga dan komunitas setia yang telah mendukung perjalanan brand RiaMiranda sampai sejauh ini.

Koleksi yang menandakan perjalanan 10 tahun brand RiaMiranda ini dirangkum dalam ukiran Rumah Gadang, dengan detail ukiran kayu yang melingkari pada dindingnya, seperti Daun Puluik-Puluik, Tupai Managun, Caraso Kanso, Singo Mandongkak Jo Takuak Kacang Goreang, Siriah Gadang, dan Bunga Panca
Matahari Jo Rantak Malam. Selain mengangkat pattern dari objek yang berbeda, koleksi Minang tahun ini
juga berbeda dari segi cutting, proporsi, dan tone color. Ukiran yang diambil dari Rumah Gadang memiliki gaya tradisional yang dibuat kembali oleh RiaMiranda Team menjadi lebih modern. Koleksi terbaru
RiaMiranda menampilkan siluet A-Line, detail pleats, embroidery, payet, dan printed fabric.
“Motif Minang Heritage nyatanya telah menjadi identitas brand RiaMiranda. Inisiasi perayaan 10 tahun ini menandakan inovasi dan eksplorasi warisan budaya Minang tidak akan habis selain tenun Songket. Nama
dan motif Minang Heritage juga telah terdaftar oleh HKI (Hak Kekayaan Intelektual) sebagai bentuk keseriusan kami sehingga dapat diteruskan dengan ragam inspirasi yang semakin kaya dan sarat akan
makna kebaikan,” ungkap Yaya Wulandari, Chief Commercial Officer dari brand RiaMiranda.
Ria menjelaskan bahwa ukiran Minangkabau berpilarkan pada Alam Takambang Jadi Guru yang dipadukan dengan filosofi tradisional Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Filosofi yang membawa agama
sebagai dasar kehidupan masyarakat Minang tersebut, dibalut menjadi siluet A-Line dan H-Line serta detail pleats, embroidery, beads, dan printed fabric.
“Terinspirasi dari detail ukiran kayu Rumah Gadang pada saat kunjungan ke Museum Adityawarman di Padang. Ukiran itu memiliki konsep seperti peribahasa “Alam takambang jadi guru” yang bermakna segala
sesuatu yang tersaji di semesta merupakan anugerah dari sang Pencipta. Harapan saya momen ini memberi semangat untuk konsisten memperkenalkan ragam budaya Sumatera Barat melalui kampanye Minang
Heritage,” kata Ria saat menjelaskan ukiran yang digunakannya pada koleksi Minang Dekade kali ini.
Selain memamerkan koleksi terbaru RiaMiranda, rangkaian acara Minang Dekade pada tanggal 15 – 19/2/202 terdiri dari beberapa aktivitas-aktivitas menarik yaitu Workshop by Ngebenang, Workshop
by Rumah Atsiri, Beauty Demo by Somethinc dan Styling Session with Sarah Sofyan, dan Creating Creative Content with Hijabers Community and Fashion Show.
“Dengan kerjasama masyarakat dan komunitas maka industri minang akan makin maju. Budaya kita juga akan hidup terus, dan mengharumkan nama bangsa kita sampai ke luar negeri,” kata Ria.(AL)
