Jakarta, Beritainn.com, – COSMAX Indonesia kembali menggelar COSMAX Innovation Conference 2026 pada Jumat, 13 Februari 2026 di Pandawa Hall, RA Suites Simatupang, Jakarta. Mengusung tema “Life in Sync with Wellness”, konferensi tahunan ini menjadi forum kolaboratif yang mempertemukan pakar industri, regulator, mitra strategis, hingga brand kecantikan ternama di Indonesia untuk membahas arah transformasi industri kecantikan berbasis riset dan teknologi.
President Director COSMAX Indonesia, Cheong Min-Kyoung, dalam sambutannya menegaskan bahwa pertumbuhan industri kecantikan kini tidak lagi cukup bertumpu pada tren semata. Menurutnya, brand harus bergerak dengan pendekatan berbasis data, pemahaman perilaku konsumen yang lebih mendalam, serta inovasi berkelanjutan agar tetap relevan di tengah dinamika pasar yang kian cepat.
“Industri kecantikan terus berkembang. Brand perlu lebih adaptif dengan dukungan riset, teknologi formulasi, dan strategi yang terintegrasi,” ujarnya.
Konferensi ini juga menghadirkan perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D, yang memaparkan perkembangan regulasi kosmetik serta pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan dan klaim produk. Peran regulator dinilai krusial dalam menjaga keseimbangan antara ruang inovasi dan perlindungan konsumen, terutama di tengah pertumbuhan industri kecantikan nasional yang terus menunjukkan tren positif.
Mengusung konsep Life in Sync with Wellness, COSMAX Indonesia memperkenalkan pendekatan kecantikan yang selaras dengan kebutuhan konsumen di setiap tahap usia. Konsep ini menempatkan kesehatan mental dan performa kulit sebagai fondasi utama inovasi, sehingga rutinitas kecantikan tak hanya berorientasi pada tampilan, tetapi juga keseimbangan dan keberlanjutan jangka panjang.
Tim Strategic Marketing memaparkan lanskap global dan regional industri kecantikan sebagai dasar arah pengembangan produk ke depan. Dua pendekatan tren utama yang diperkenalkan yakni Vital Roots & Prime Preservation yang menitikberatkan pada perawatan preventif dan perlindungan jangka panjang, serta Ageless State & Active Longevity yang mengedepankan konsep active aging melalui inovasi bahan aktif dan teknologi formulasi terkini.

Kolaborasi strategis turut memperkaya konferensi ini. NielsenIQ (NIQ) memaparkan proyeksi FMCG dan industri kecantikan 2025–2026, termasuk perubahan pola belanja konsumen. Sementara itu, COSMAX BIO memperkenalkan inovasi berbasis bioteknologi yang mendukung konsep inner and outer beauty.
Dari sisi strategi digital, BIZHIVE membagikan pendekatan memenangkan persaingan di kanal e-commerce. Sedangkan JUAHN menghadirkan inovasi kemasan untuk mendorong diferensiasi produk secara visual maupun fungsional.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kolaborasi dan kinerja brand kecantikan sepanjang tahun, acara ditutup dengan sesi COSMAX Indonesia Awards, yang mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pertumbuhan industri kecantikan nasional.
Melalui COSMAX Innovation Conference 2026, COSMAX Indonesia kembali menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai manufaktur, melainkan sebagai strategic innovation partner yang menghadirkan solusi menyeluruh — mulai dari insight pasar, pengembangan formula berbasis data, pemahaman regulasi, hingga inovasi kemasan. Komitmen ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung brand kecantikan Indonesia tumbuh berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat global (ALN)

