Tangis Seorang Ibu di Purwakarta: Dalton, Bocah 3 Tahun Berjuang Melawan Leukemia, Butuh Uluran Tangan untuk Transplantasi

Purwakarta, Beritainn.com, – Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan, Mark Dalton Fegre, bocah berusia 3 tahun asal Purwakarta, justru harus berjuang melawan penyakit mematikan: Leukemia Myeloid Akut (AML). Penyakit ini baru terdiagnosis pada awal Agustus 2025, ketika Dalton mengalami demam berkepanjangan, tubuh lemas, hingga muncul lebam di lutut kecilnya.

Hasil pemeriksaan darah di RS Siloam Purwakarta menunjukkan kadar leukosit yang mengkhawatirkan, mencapai 57,8 ribu. Dalton kemudian dirujuk ke RS Siloam MRCCC Semanggi, Jakarta. Tes lanjutan Bone Marrow Puncture (BMP) pada 8 Agustus 2025 memastikan: Dalton mengidap AML, salah satu jenis kanker darah yang sangat agresif.

Meski sudah menjalani tiga kali kemoterapi, kondisi Dalton semakin melemah. Ia sulit makan, mudah mengantuk, dan kehilangan semangat bermain. Dokter menyatakan satu-satunya harapan agar Dalton bisa bertahan hidup adalah transplantasi sumsum tulang, prosedur yang membutuhkan biaya fantastis—sekitar Rp2 miliar, belum termasuk perawatan harian, transfusi, dan obat-obatan.

Luka Lama yang Kembali Terulang

Penderitaan ini terasa semakin berat bagi sang ibu, Agnes Affenda Putri, yang harus merawat Dalton seorang diri. Tahun lalu, suaminya sekaligus ayah Dalton, Gregorius Yefri Setiawan, meninggal dunia akibat penyakit serupa: Leukemia Limfoblastik Akut (ALL).

Kini, Agnes harus menghadapi kenyataan pahit yang sama. “Dalton adalah segalanya bagi saya. Harapan saya hanya satu: dia bisa sembuh, sekolah, dan menjalani hidup normal seperti anak-anak lainnya,” ungkap Agnes dengan suara bergetar.

Sebelum Dalton sakit, Agnes bekerja sebagai perawat di rumah sakit swasta dan berjualan makanan ringan seperti sandwich serta salad. Namun, semua itu terpaksa ditinggalkan karena ia harus mendampingi putra kecilnya di rumah sakit hampir setiap saat.

Harapan Tergantung pada Uluran Tangan

Dalton dikenal sebagai anak yang ceria dan mudah akrab dengan orang lain. Ia gemar bermain mobil-mobilan, tapi kini hanya bisa terbaring lemah. Keluarga besar mengaku sudah berusaha menggalang dana, namun sebagian besar habis untuk biaya kemoterapi.

“Kami sangat berharap ada yang tergerak membantu. Hidup Dalton bergantung pada transplantasi ini,” kata salah satu kerabat.

Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui laman resmi Kitabisa:
👉 https://bit.ly/KitabisabantuDalton

Setiap rupiah yang diberikan adalah harapan baru untuk Dalton agar bisa melanjutkan hidup, kembali bermain, dan tersenyum seperti anak-anak (ALN)

Pos terkait