Alita Gandeng Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Analitik Gerak, Bidik Peluang Baru Sektor Olahraga dan Kesehatan

Jakarta, Beritainn.com, – Transformasi digital semakin merambah berbagai sektor, termasuk olahraga dan kesehatan. Melihat peluang tersebut, PT Alita Praya Mitra (Alita) menggandeng Fujitsu Limited untuk menghadirkan teknologi Human Motion Analytics berbasis kecerdasan buatan (AI) ke Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Jumat (11/9/2026), oleh Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol dan Corporate Executive Officer, EVP, Global Solutions Business Group Fujitsu Limited Naoko Otsuka.

Teknologi analitik gerak berbasis AI tersebut diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat melalui ajang Indonesia Sports Summit 2026 yang berlangsung pada 11–13 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC).

Melalui booth kolaborasi Alita dan Fujitsu, pengunjung dapat mencoba empat penerapan teknologi Human Motion Analytics, yakni AI Gait Analysis, Senior Functional Training, Rowing Performance Analysis, dan Golf Swing Analysis.
AI Gait Analysis digunakan untuk menganalisis pola berjalan dan mobilitas seseorang. Sementara Senior Functional Training dikembangkan untuk mendukung kebugaran lansia sekaligus membantu mengurangi risiko jatuh.

Adapun Rowing Performance Analysis mampu mengukur teknik serta efisiensi gerakan saat mendayung. Sedangkan Golf Swing Analysis menganalisis mekanika ayunan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses latihan dan peningkatan performa.

Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah baru bagi Alita dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital di Indonesia.
“Selama lebih dari 30 tahun, Alita membangun infrastruktur digital yang diandalkan banyak institusi di Indonesia. Sekarang kami membawa kemampuan itu ke ranah yang baru,” ujar Joseph.
Menurutnya, teknologi Human Motion Analytics dapat membuat proses analisis gerak yang sebelumnya identik dengan laboratorium dan peralatan mahal menjadi lebih mudah diakses.

“Bagi kami, ini bukan sekadar mendatangkan produk dari luar, tetapi Alita sebagai perusahaan teknologi lokal akan mengembangkan penggunaan teknologinya dengan konteks Indonesia agar benar-benar menjawab kebutuhan atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan di Indonesia,” katanya.

Analisis Gerak Tanpa Sensor Tubuh
Teknologi yang dikembangkan Fujitsu tersebut menggunakan pendekatan skeleton recognition AI yang mampu mendigitalisasi gerakan tubuh manusia secara tiga dimensi hanya melalui rekaman video biasa.

Keunggulannya, teknologi tersebut tidak membutuhkan sensor yang dikenakan pada tubuh maupun studio motion capture khusus. Dengan kamera biasa dan pemrosesan berbasis AI, analisis gerakan dapat dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari lapangan olahraga, ruang latihan hingga fasilitas kesehatan.

Penerapannya pun cukup luas, antara lain untuk membantu identifikasi bakat atlet, meningkatkan performa olahraga, mencegah cedera, hingga memantau proses rehabilitasi.

Bagi Alita, kolaborasi dengan Fujitsu sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis baru melalui pemanfaatan teknologi AI. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan pilar Business Productivity, salah satu pilar solusi bisnis Alita yang mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kebutuhan organisasi.

Perluas Ekosistem Teknologi di Indonesia
Teknologi Human Motion Analytics merupakan bagian dari Fujitsu Uvance, portofolio solusi Fujitsu yang dirancang untuk menjawab kebutuhan lintas industri.
Dalam kerja sama ini, Alita juga telah disetujui untuk berpartisipasi dalam program Uvance Partner, yakni program kemitraan strategis Fujitsu untuk mengembangkan peluang bisnis bersama di pasar masing-masing mitra.

Corporate Executive Officer, EVP, Global Solutions Business Group Fujitsu Limited Naoko Otsuka mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan teknologi yang berkaitan dengan kesehatan, performa manusia, dan peningkatan kualitas hidup.
“Melalui kerja sama dengan Alita, yang memiliki pemahaman pasar lokal, keahlian di bidang infrastruktur, dan jangkauan nasional yang kuat, kami akan menjajaki bagaimana teknologi dan keahlian Fujitsu dapat menjawab kebutuhan sektor olahraga dan kesehatan di Indonesia,” ujar Naoko.

Ke depan, Alita dan Fujitsu akan mengidentifikasi prioritas penerapan teknologi, sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem olahraga, kesehatan, dan pendidikan.
Kedua perusahaan juga akan mengevaluasi kebutuhan teknis dan komersial untuk mendukung implementasi teknologi tersebut di Indonesia.

Adapun MoU yang ditandatangani merupakan kerangka kerja sama yang tidak mengikat. Setiap peluang atau kesepakatan komersial yang dihasilkan dari kolaborasi tersebut nantinya akan dituangkan dalam perjanjian terpisah.

Kolaborasi Alita dan Fujitsu ini menunjukkan semakin luasnya peluang pemanfaatan AI di Indonesia. Tidak hanya untuk kebutuhan industri dan korporasi, teknologi kecerdasan buatan kini mulai diarahkan untuk mendukung peningkatan performa manusia, kesehatan, olahraga, serta kualitas hidup masyarakat. (ALN)

Pos terkait