Nusa Tenggara Timur, Beritainn.com, – Komitmen Astra International dalam memperkuat pendidikan vokasi terus diwujudkan melalui pendampingan berkelanjutan di daerah. Di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, tantangan pendidikan kejuruan seperti keterbatasan fasilitas praktik dan kesiapan tenaga pengajar kini mulai diubah menjadi peluang kerja nyata bagi siswa.
Salah satu penerima manfaat adalah SMK Negeri 1 Takari yang menjadi pusat pendidikan vokasi bagi siswa dari berbagai desa di wilayah pedalaman. Dengan kondisi geografis yang menantang, banyak siswa harus menempuh jarak jauh demi mendapatkan pendidikan kejuruan yang relevan dengan dunia kerja.
Melalui pendampingan yang dijalankan oleh Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim sejak 2021, penguatan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan karakter siswa, peningkatan literasi dan numerasi bagi guru, hingga pengembangan teaching factory yang mendekatkan pembelajaran dengan praktik industri.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang siap kerja dan mandiri, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses.
“Melalui penguatan kapasitas guru dan pembelajaran praktik, kami ingin memastikan lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri,” ujarnya.
SMK Negeri 1 Takari saat ini memiliki 322 siswa dengan lima konsentrasi keahlian, mulai dari kriya kreatif hingga teknik kendaraan ringan dan pengelasan. Mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana, yang menjadikan pendidikan vokasi sebagai jalur utama untuk meningkatkan taraf hidup.
Pendampingan ini juga melahirkan inovasi berbasis kebutuhan. Di jurusan teknik kendaraan ringan, guru dan siswa berhasil mengembangkan aplikasi pembelajaran digital bernama “Gaspol”. Aplikasi ini menghadirkan simulasi sistem kendaraan serta materi interaktif yang telah digunakan oleh puluhan siswa dalam praktik belajar.
Dampaknya mulai terlihat nyata. Sejumlah lulusan telah bekerja di sektor otomotif maupun membuka usaha mandiri. Bahkan, salah satu alumni kini sukses mengelola bengkel sendiri dan kembali berkontribusi sebagai penguji praktik di sekolahnya.
Tak hanya itu, akses pendidikan lanjutan juga diperluas melalui kerja sama dengan Politeknik Astra yang membuka peluang beasiswa penuh bagi siswa berprestasi setiap tahunnya.
Program ini menjadikan SMK Negeri 1 Takari sebagai model pengembangan vokasi di Kabupaten Kupang. Kolaborasi antara dunia industri, sekolah, dan tenaga pendidik terbukti mampu menghadirkan solusi konkret atas tantangan pendidikan di daerah.
Langkah ini sejalan dengan visi Astra untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan layak. (ALN)

