Jakarta, Beritainn.com, – Forum Wartawan Otomotif (Forwot) menggelar acara buka puasa bersama di Jakarta Selatan pada Jumat (13/3). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarjurnalis, tetapi juga diisi dengan diskusi mengenai perkembangan industri, tantangan jurnalisme modern, serta isu global seperti sustainability atau keberlanjutan.
Penasehat Forwot, Ruli, dalam sambutan pembukaan menyoroti pentingnya memahami konsep sustainability yang kini menjadi perhatian utama dunia usaha dalam 5–10 tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa sustainability tidak hanya berbicara tentang keuntungan finansial, tetapi juga bagaimana perusahaan memikirkan keberlanjutan bumi dan masyarakat.
Menurutnya, perusahaan tidak bisa lagi hanya fokus pada profit semata. Dalam konsep keberlanjutan terdapat tiga aspek utama yang harus diperhatikan, yaitu profit, people, dan planet.
“Perusahaan harus tetap menghasilkan keuntungan, tetapi juga memikirkan kualitas produk serta dampaknya terhadap planet. Kalau bumi rusak akibat aktivitas industri yang menghasilkan karbon tinggi, maka keberlanjutan bisnis juga akan terancam,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini dunia tengah mendorong target net zero emission pada 2060, yang bertujuan menekan emisi karbon penyebab pemanasan global. Karena itu, banyak perusahaan mulai mengembangkan produk dan operasional yang lebih ramah lingkungan, seperti kendaraan hybrid dan listrik, penggunaan lampu hemat energi di kantor, hingga sistem otomatis untuk menghemat listrik.

Sementara itu, Ketua Forwot Cang Ari menekankan bahwa jurnalis saat ini dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut jurnalis modern harus menjadi sosok multitalenta dan multiskill, sekaligus memiliki jaringan yang kuat.
“Networking itu penting. Harus saling respect, saling menjaga, dan jangan pilih-pilih. Sekarang juga ada digital networking yang harus dimanfaatkan,” kata Cang Ari.
Ia juga mengingatkan para jurnalis agar tidak berhenti belajar, terutama dalam memahami perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kunci agar jurnalis tetap relevan di tengah perubahan industri media yang sangat cepat.
Acara buka puasa bersama tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas antaranggota Forwot sekaligus menjadi ruang diskusi untuk menghadapi tantangan industri media dan otomotif di masa depan.
Di akhir acara, para peserta juga saling mendoakan agar perjalanan mudik Lebaran berjalan lancar serta selalu mendapatkan keselamatan dan keberkahan. (Wahyu.Foto:Wahyu/Forwot)

