Jakarta, Beritainn,- Film legendaris Indonesia “Setelah Lewat Djam Malam” akan hadir kembali dengan sebuah interpreasi baru melalui pertunjukan teater.
Salah satu film legendaris Indonesia yang berjudul “Setelah Lewat Djam Malam” yang merupakan karya dari Usmar Ismail, akan kembali hadir untuk emnyapa masyarakat dengan sebuah format yang baru yakni pertunjukan teater silang-media yang mempertemukan dan mendialogkan medium film dan seni pertunjukkan dalam satu panggung.
Film tersebut hadir dari arahan sutradara hebat dengan berjuta prestasi dari Indonesia yakni Yudi Ahmad Tajudian dengan produser Yulia Bhara dari KawanKawan Media. Film ini merupakan sebuah alternatif lain yang berkelas atas sebuah seni pertunjukkan di Indonesia.
Sang sutradara juga menjelaskan bahwa keistimewaan dari pertunjukkan ini yaitu ‘silang-media’, dimana dalam hal ini akan mempertemukan dan mendialogkan wahana, atau media yang berbeda-beda sebagai sebuah kesatuan ekspresi.
“Karya silang media ini sejalan dengan program Direktorat Perfilman, Musik dan Media, oleh karenanya kami menyambut baik dan turut terlibat. Menyilangkan film dengan teater relevan dengan fenomena media yang semakin mempengaruhi kehidupan dunia hari ini dan film klasik ‘Lewat Djam Malam’ yang dipilih untuk direspon ulang tidak hanya menghasilkan karya yang baru lagi tapi ada pelajaran-pelajaran tentang sejarah dan kemanusiaan serta kebangsaan yang dapat dipetik” jelas Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pertunjukan “Setelah Lewat Djam Malam” ini juga akan dipenuhi oleh para actor dan aktris berbakat tanah air, diantaranya yakni Reza Rahardian, Dira Sugandi, Kelly Tandiono, Sal Priadi, Lukman Sardi, dan Josh Marcy, tidak lupa pula para penari Dansity.
Film yang diproduksi pada tahun 1954 ini juga memiliki berbagai prestasi luar biasa, salah satunya yaitu dengan memenangkan penghargaan bergengsi sebagai Film Terbaik dalam ajang Festifal Film Indonesia (FFI) 1955.
Harapan besar untuk pertunjukkan ini, diharapkan dengan hadirnya pertunjukkan ini bisa mengajak masyarakat bernostalgia dengan cerita yang dihadirkan, dan juga menjadi sebuah batu loncatan untuk industry film Indonesia dengan hadirnya tekni-tekni baru dalam penggarapan sebuah film.(Chintya)







