Jakarta, Beritainn.com, – Surabaya kembali menjadi pusat perhatian industri kayu dan furniture melalui Pameran Indowood Expo 2026 yang digelar pada 4–6 Juni 2026 di Grand City.
Ajang ini hadir sebagai momentum penting bagi pelaku pameran mebel nasional Indowood untuk memperkuat daya saing sekaligus mendorong ekspansi ke pasar internasional.
Pertumbuhan ekspor mebel Indonesia yang mencapai USD 698,64 juta pada kuartal pertama 2025 menjadi latar kuat digelarnya pameran ini.
Diselenggarakan oleh HIMKI dan Dyandra Promosindo bersama Pablo Publishing, pameran ini menghadirkan berbagai pelaku industri dari hulu hingga hilir.
Mulai dari pemasok bahan baku, produsen mesin, hingga penyedia teknologi industri kayu Indonesia berkumpul dalam satu platform bisnis. Kehadiran buyer internasional juga membuka peluang kerja sama baru bagi perkembangan bisnis furnitur lokal.
Indowood Expo 2026 akan menampilkan berbagai inovasi desain furniture 2026 dan teknologi modern seperti mesin bor otomatis, sistem pencegah kebakaran, hingga lini produksi berbasis otomasi.
Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, presisi, dan kualitas produksi. Dengan begitu, industri pengolahan kayu Indonesia dapat bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.
Pemilihan Surabaya sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat industri mebel terbesar di Indonesia dengan konektivitas distribusi yang kuat.
Kondisi ini menjadikan kota tersebut strategis untuk mendukung pameran interior kerajinan kayu berskala internasional serta mempercepat pertumbuhan sektor manufaktur nasional.
Selain pameran, berbagai seminar dan diskusi industri juga digelar untuk memperkaya wawasan pelaku usaha. Program ini menjadi sarana transfer pengetahuan terkait tren teknologi dan strategi produksi modern.
Kehadiran Indowood Expo 2026 diharapkan mampu memperkuat fondasi industri mebel nasional agar semakin inovatif, efisien, dan berdaya saing tinggi di pasar global. (CJ RUBUN)







