Industri Furniture Indonesia Terus Mengalami Perkembangan, Berikan Dampak Positif Bagi Lingkungan dan Tenaga Kerja

Jakarta, Beritainn,- Perkembangan industry furniture di Indonesia terus mengalami pengembangan, salah satunya bagi lingkungan dan penyerapan tenaga kerja.

Pameran IFEX yang menyasar pasar internasional memiliki andil besar dalam mendukung realisasi target di atas. Sebagai catatan, pada IFEX 2019, total transaksi yang diraih selama pameran mencapai USD1,270 miliar. Sementara nilai ekspor secara keseluruhan pada 2019 mencapai USD2,5 miliar. Berdasarkan hal ini terlihat bahwa setengah dari nilai ekspor pada 2019 merupakan hasil dari transaksi yang terjadi pada pameran IFEX.

Pameran IFEX 2022 berhasil mencatatkan jumlah buyers dan visitors sebanyak lebih dari 7,000 orang dari 72 negara. Sementara target nilai transaksi on-the-spot USD 150 juta sementara follow up USD 500 juta.

“Menggelar pameran di tengah kondisi yang belum pulih merupakan suatu tantangan. Saat ini konektivitas penerbangan internasional masih terbatas, dan beberapa negara masih menerapkan kebijakan karantina. Di tengah kondisi yang demikian, kami melihat bahwa buyers yang hadir pada IFEX 2022 adalah quality buyers. Kehadiran mereka merupakan pencapaian yang luar biasa. Selama pandemi, kami tidak melakukan pameran offline selama dua tahun.

Pada tahun ini akhirnya kami bisa menggelar pameran secara offline dan antusiasme yang kami dapatkan sangat besar. Bahkan untuk tahun depan, sebagian besar lahan sudah dipesan oleh para exhibitor” jelas Daswar Marpaung selaku Presiden Direktur Dyandra Promosindo.

Hingga saat ini, bahan yang digunakan untuk produk mebel dan kerajinan masih didominasi oleh kayu yaitu sebesar 65,5 persen. Penggunaan rotan dan bambu masing-masing baru mencapai 13 persen dan 0,5 persen. Indonesia adalah penghasil 85 persen rotan dunia dengan lebih dari 306 spesies rotan. Dari jumlah ini, terdapat 51 spesies yang memiliki nilai komersial tinggi dan banyak dijual. Kita juga memiliki 125 jenis tanaman bambu namun baru sekitar 20 jenis yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan rotan akan bisa mendorong kemajuan industri mebel dan kerajinan Indonesia.

IFEX 2023 akan diselenggarakan pada 9-12 Maret 2023 mendatang dan menggunakan seluruh hall yang ada di JIExpo, Kemayoran. Dengan luas yang bertambah, jumlah peserta pun dipastikan akan semakin banyak dan nilai transaksi juga akan semakin besar dan semakin mendekati realisasi dari target nilai ekspor kami sebesar USD5 miliar pada 2024.(Chintya)

Pos terkait