Jakarta, Beritainn,- Keberlangsungan Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 17 “BLOSSOM” menjadi tempat temu para pembuat, pemain, serta penonton film Indonesia.
JAFF 17 yang saat ini masih berlangsung hingga 3 Desember 2022 disambut positif oleh masyarakat dan segenap pelaku insan film Indonesia. Hadirnya JAFF 17 ini mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat, hal ini terbukti dari banyaknya antrian di setiap studio di Empire XXI.
Selain sebagai tempat festival dan perayaan atas berbagai film Indonesia yang luar biasa, JAFF 17 ini juga merupakan ajang atau tempat pertemuan dari para pembuat film, pemain film, bahkan sampai para penonton film Indonesia.
Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan dalam JAFF 17 ini juga dihadirkan beragam special program yang bisa menjadi ajang belajar dan juga diskusi oleh mereka yang tertarik dengan berbagai profesi di industry film.

Special program tersebut diadakan di Gedung Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), program tersebut yakni Public Lecture: Reflecting Asian Cinema: Recognition or Visibility?, Discussion Forum: Repositioning Jogja, Master Class: Character Development in Directing with Ho Yuhang, Talks: Ask the Cinematographers with Indonesian Cinematographers Society, dan Talks: Dare to be A Webtoonist! by Kwikku.
Turut hadir pula para pemain film dalam JAFF 17 tersebut, seperti film Keramat 2 yang dohadiri oleh sang produser yakni Chand Parwez Servia dan juga pemain nya yakni Keanu Agl.
Lalu terdapat juga acara diskusi dan tanya jawab dari para pembuat dan pemain film dari Asia. Beberapa insan film dari Asia yang hadir yakni Sutradara senior asal Malaysia Dain Said bersama aktor Bront Palarae menghadiri sesi tanya jawab filmnya, Harum Malam. Sutradara asal India, Ritesh Sharma setalah menghadirkan film The Brittle Thread.
Pagelaran JAFF 17 sejauh ini berhasil terlaksana dengan berbagai dukungan dari semua pihak dan juga masyarakat yang turut meramaikan dan memberikan sambutan positif dalam festival ini.(Chintya)
