Obat GERD Buatan Daewoong Pharmaceutical Siap dirilis ke Pasar Indonesia Mulai Tahun Depan

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn,- Daewoong Pharmaceutical hadirkan obat GERD baru yakni ‘Fexuprazen (API)’ yang siap dirilis tahun depan di pasar Indonesia.

Daewoong Pharmaceutical yang merupakan sebuah perusahaan perawatan kesehatan global tersebut telah meluncurkan obat GERD secara resmi pada tanggal 1 Juli 2022. Obat GERD tersebut merupakan obat yang dikembangkan sendiri dengan API Fexuprazen (Fexuprazen hidroklorida).
Daewoong Pharmaceutical juga berencana untuk segera merilis obat Fexuprazan (API) di pasar global. Sejauh ini, pihaknya telah menandatangani kontrak ekspor teknologi senilai Rp 12,6 triliun ke 15 negara di dunia antara lain Cina, Amerika Serikat, dan Brasil serta telah menyerahkan NDA ke 8 negara antara lain Indonesia, Chile, dan Thailand.

“Setelah peluncuran obat baru yang dikembangkan sendiri oleh Daewoong Pharmaceutical di Korea, Fexuprazan akan segera dirilis di Indonesia, untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien GERD. Berdasarkan efikasi dan kenyamanan penggunaannya, Fexuprazan akan memimpin pasar obat GERD global” jelas Sengho Jeon selaku CEO Daewoong Pharmaceutical.

Daewoong Pharmaceutical terus membahas ekspor teknologi tambahan dengan tujuan merilis Fexuprazan di 10 negara pada tahun 2025 dan 100 negara pada tahun 2030. Rencananya adalah untuk mendorong obat Fexuprazan (API) sebagai pengobatan GERD global melalui paten bahan jangka panjang yang berlangsung hingga setidaknya sampai tahun 2036.

Telah tecatatat mengenai pasien yang memiliki kasus GERD di Indonesia, dimana kasus ini terus meningkat secara signifikan. Tercatat pada tahun 1997 sebesar 5,7% kasus dan kasus ini terus bertambah hingga pada tahun 2002 tercatat 25,18% kasus GERD di Indonesia. Meningkatnya kasus ini disebabkan oleh kebiasaan merokok, obesitas, dan juga pola makan modern ala barat yang memang diterapkan oleh banyak masyarakat Indonesia.

GERD dapat disembuhkan atau dikurangi dengan menghambat sekresi asam lambung. Sedangkan untuk penghambat sekresi asam lambung, PPI, yang muncul pada akhir tahun 80-an, paling banyak digunakan hingga saat ini. Meskipun efek penghambatan sekresi asam lambung yang sangat baik, PPI membutuhkan proses aktivasi melalui asam lambung, sehingga membutuhkan waktu untuk menjadi efektif, dan juga memiliki durasi efek yang singkat karena waktu paruh yang pendek.(Chintya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *