Jakarta, Beritainn.com, – Maxim, salah satu platform transportasi online (e-hailing) terkemuka di Indonesia, kembali menghadirkan inovasi dengan meluncurkan program perlindungan sosial komprehensif bagi mitra pengemudi penyandang disabilitas. Program ini mencakup pemberian keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis di seluruh wilayah operasional Maxim di Indonesia.
Langkah ini menjadi yang pertama di industri e-hailing, di mana perusahaan secara sistematis memberikan perlindungan menyeluruh kepada kelompok rentan dalam ekosistem transportasi digital.
Melalui inisiatif tersebut, pengemudi disabilitas tidak hanya mendapatkan perlindungan jaminan sosial, tetapi juga melengkapi manfaat yang telah diberikan sebelumnya melalui YPSSI (Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia), yang mencakup santunan risiko kecelakaan bagi pengemudi maupun penumpang.
Sebelumnya, Maxim tercatat telah memberikan BPJS gratis kepada lebih dari 3.000 mitra pengemudi. Kini, cakupan program diperluas secara nasional bagi seluruh pengemudi disabilitas yang memenuhi syarat, termasuk memiliki SIM aktif dan kendaraan yang telah dimodifikasi sesuai standar keselamatan.
Tak hanya itu, Maxim juga menghadirkan kebijakan progresif berupa potongan komisi aplikasi sebesar 0 persen bagi pengemudi disabilitas. Dengan kebijakan ini, mitra dapat memperoleh 100 persen pendapatan dari setiap pesanan yang diselesaikan.
Program ini juga dilengkapi dengan pelatihan khusus guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan layanan, serta dukungan administratif mulai dari pengurusan dokumen hingga penyesuaian kendaraan.
Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Untuk pertama kalinya di pasar e-hailing, kami menegaskan bahwa pengemudi disabilitas adalah mitra penuh, bukan sekadar penerima bantuan sosial. BPJS gratis dan komisi 0% bukan hanya dukungan, tetapi investasi untuk keberlanjutan layanan dan pemerataan kesempatan dalam ekonomi digital,” ujarnya.
Sejumlah analis menilai, langkah ini berpotensi menciptakan standar baru dalam industri transportasi online. Di tengah persaingan yang selama ini didominasi oleh tarif dan kecepatan layanan, pendekatan berbasis kesejahteraan mitra dinilai mampu memperkuat citra perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik dan regulator. (ALN)

