Philips Future Health Index 2022 Laporkan Sektor Kesehatan Indonesia yang Akan Terfokuskan Pada Teknologi Inti

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn,- Philips Future Health Index 2022 berikan laporan mengenai sektor kesehatan di Indonesia yang memiliki fokus baru pada penggunaan teknologi inti.

Royal Philips yang merupakan pemimpin global dalam teknologi kesehatan telah mengumumkan mengenai penemuan nya. Temuannya tersebut lelah dicantumkan dalam Laporan Future Health Index 2022 yang berdasarkan penelitian eksklusif dari hampir 3.000 responden di 15 negara, termasuk Indonesia, dan mengeksplorasi bagaimana para pemimpin layanan kesehatan memanfaatkan kekuatan data dan teknologi digital untuk mengatasi tantangan utama yang muncul di masa pandemi.

“Saat ini, seiring pemulihan pasca-pandemi, kami melihat para pimpinan layanan kesehatan mulai melakukan pengaturan ulang – memfokuskan kembali pada sejumlah prioritas baru dan yang sudah ada, mulai dari masalah kekurangan staf, memperluas pemberian perawatan, hingga memanfaatkan data besar serta analitik prediktif, saat mereka menavigasi realitas baru dalam manajemen medis,” jelas Pim Preesman selaku President Director Philips Indonesia.

Pimpinan layanan kesehatan di Indonesia optimis tentang peralatan yang di miliki, sebagian besar dari para pimpinan tersebut (90%) sepakat bahwa rumah sakit mereka memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk sepenuhnya memanfaatkan data, dan 85% mengatakan bahwa data rumah sakit mereka akurat.

Pimpinan layanan kesehatan di Indonesia paham akan potensi dari analisis prediktif, dimana 11% pimpinan layanan kesehatan di Indonesia telah menerapkan analisis prediktif, 54% aktif mengadopsinya, dan 30% lainnya berencana mengadopsinya dalam beberapa tahun mendatang. Para pimpinan tersebutjuga menyadari bahwa analisis prediktif dapat menjadi alat yang tak terpisahkan dalam mengatasi ketimpangan kesehatan, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh layanan kesehatan Indonesia saat ini.

Meningkatkan sistem dan protokol keamanan data merupakan cara utama untuk meningkatkan kepercayaan dalam analisis prediktif, baik dalam pengaturan operasional (39%) maupun klinis (36%). Meningkatkan akurasi algoritme juga mendorong kepercayaan di kedua area.
Philips juga telah melakukan penelitian orisinal untuk membantu menentukan kesiapan negara menghadapi tantangan kesehatan global dan membangun sistem kesehatan yang efisien dan efektif.(Chintya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *