Jakarta, Beritainn.com, – Di tengah tekanan industri global dan perubahan perilaku konsumen yang kian cepat, ketangguhan merek lokal Indonesia semakin diuji. Tidak hanya soal bertahan, tetapi juga kemampuan untuk terus relevan, bertumbuh, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks ini, Polytron menunjukkan performa bisnis yang tetap solid dan kompetitif sepanjang 2025, meski pasar nasional mengalami perlambatan.
Berangkat dari akar lokal sejak 1975, Polytron memaknai lebih dari lima dekade perjalanannya sebagai komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama masyarakat dan bangsa. Sepanjang 2025, kinerja bisnis Polytron tercatat positif di berbagai lini produk. Berdasarkan data GfK November 2025, Polytron menempati peringkat pertama kategori audio, peringkat kedua kategori refrigerator, serta peringkat ketiga pada kategori televisi dan mesin cuci.
Sementara itu, di segmen kendaraan listrik, data Sisapira 2024 menempatkan Polytron sebagai merek kendaraan listrik nomor satu di Indonesia dengan hampir 40.000 pengguna. Capaian ini menegaskan bahwa merek lokal mampu bersaing dan bahkan memimpin di sektor teknologi masa depan.
Ketangguhan Polytron dibangun melalui tiga pilar utama. Pertama, kualitas dan keberagaman produk, mulai dari home appliances, audio-video, hingga kendaraan listrik, yang dirancang untuk menyederhanakan kehidupan keluarga Indonesia. Kedua, komitmen terhadap inovasi berbasis lokal, dengan seluruh riset dan pengembangan dilakukan di Indonesia oleh talenta dalam negeri sekaligus mendukung pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ketiga, perluasan distribusi dan layanan purna jual agar semakin dekat dengan konsumen di berbagai wilayah.
Memasuki usia 50 tahun pada 2025, Polytron tidak berhenti pada capaian historis semata. Memulai 2026, perusahaan ini menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan. Di segmen kendaraan listrik, Polytron tidak hanya berfokus pada penjualan unit, tetapi juga membangun ekosistem pendukung, salah satunya melalui pengembangan portable fast charger. Teknologi ini memungkinkan tambahan jarak tempuh sekitar 10 km dalam 10 menit pengisian untuk FOX-350 dan hingga 20 km dalam 15 menit untuk FOX-200, menjadikan kendaraan listrik Polytron semakin siap untuk perjalanan jarak jauh.
Komitmen jangka panjang juga tercermin melalui pengembangan fasilitas produksi battery pack kendaraan listrik di dalam negeri, sejalan dengan target TKDN 60 persen dan upaya memperkuat kemandirian industri nasional. Langkah ini sekaligus mendukung agenda pemerintah menuju Net Zero Emission.
Dari sisi keberlanjutan, Polytron menjalankan pendekatan terintegrasi antara lingkungan, sosial, dan tata kelola. Hingga kini, total jejak karbon Polytron tercatat sebesar 25,46 juta tCO₂e, disertai upaya efisiensi berkelanjutan. Pada 2024, perusahaan berhasil menurunkan intensitas energi sebesar 10,50 persen, serta mendaur ulang 85,5 persen limbah plastik sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan Polytron pun mencapai 90 persen, sementara di bidang sosial perusahaan telah mendukung 111 sekolah vokasi untuk memperkuat kesiapan talenta industri masa depan.
Kedekatan dengan masyarakat juga diperkuat melalui berbagai inisiatif gaya hidup. Polytron Fest 2025 yang digelar di dua kota berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dan meningkatkan antusiasme publik terhadap ekosistem produk Polytron, khususnya kendaraan listrik. Selama Ramadan, Polytron menghadirkan kampanye “Ramadan Mode On with Polytron” melalui program Ramadan Resep ON, berbagi 30 resep selama 30 hari, hingga kelas memasak bersama chef Polytron bagi konsumen produk tertentu.
Tak hanya itu, inisiatif “Kilometer Kebaikan” bersama komunitas pengguna kendaraan listrik serta penyediaan rest area mudik menjadi bukti bahwa Polytron hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Dalam mendukung ekonomi kerakyatan, Polytron juga meluncurkan program UMKM Naik Level bareng Polytron, menghadirkan pelatihan, edukasi bisnis, wadah promosi, hingga roadshow workshop di berbagai kota besar.
Melalui konsistensi kinerja bisnis, inovasi lokal, keberlanjutan lingkungan, dan kedekatan sosial, Polytron menegaskan makna ketangguhan merek lokal Indonesia. Dengan fokus memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia, Polytron optimistis dapat terus relevan, berdaya saing, dan tumbuh bersama Indonesia di masa depan. (ALN)

