Raih Segudang Prestasi, “Before, Now & Then (NANA)” Dapatkan Kemenangan Dalam Kategori Film Cerita Panjang Terbaik

Jakarta, Beritainn,- Film yang mengangkat tema perempuan yakni “Before, Now & Then (NANA)” berhasil torehkan prestasi dalam ajang Piala Citra Festival Film 2022.

Film “Before, Now & Then (NANA)” yang ikut meramaikan industry film Indonesia di tahun 2022 ini, telah berhasil membawa segudang piala kemenangan dari ajang Piala Citra. Film dari rumah produksi Fpurcolors Films dan Titimangsa Foundation ini menunjukkan kehebatannya melalui berbagai penghargaan yang didapatkan.

Salah satu kategori paling bergengsi dari Piala Citra 2022 yakni Film Cerita Panjang Terbaik, dan film karya Kamila Andini yakni “Before, Now & Then” berhasil membuktikan bahwa film tersebut menjadi salah satu film terbaik di tahun 2022 ini.
Selain ajang FFI ini, film “Before, Now & Then” juga sebelumnya sudah berhasil menjelajah dalam beberapa ajang festival film dan tidak lupa pula mendapatkan berbagai penghargaan dari festival-festival sebelumnya.

Salah satu festival tersebut yakni Berlin International Film Festival dan Asia Pacific Screen Awards. Pada partisipasinya di gelaran Berlin International Film Festival, film “Before, Now & Then (NANA)” memenangkan penghargaan Silver Bear for Best Supporting Performance yang diraih oleh Laura Basuki dalam perannya sebagai Ino.

Film “Before, Now & Then (NANA) juga berhasil menjelajah ke beberapa negara lainnya. Seperti di Indonesia dan juga Asia Tenggara, dimana film ini bisa disaksikan melalui Prime Video. Sedangkan di negara Taiwan dan Hongkong juga sudah dilakukan penayangan film tersebut.
Kemudian, pada bulan Desember 2022 mendatang film “Before, Now & Then (NANA)” akan tayang dan memasuki bioskop di Korea Selatan tepat tanggal 15 dan pada 24 Desember di negara Perancis.

Melalui film “Before, Now & Then (NANA)” ini menunjukkan betapa hebat dan luar biasanya seorang perempuan dalam memperjuangkan sesuatu. Dalam film ini terlihat seorang perempuan bernama Nana yang pemberani dan menempuh jalan sulit untuk merdeka, dimana merdeka tersebut untuk menjadi dirinya sendiri.
Pembelajaran dan pesan luar biasanya yang ingin disampaikan oleh sang sutradara, penulis, bahkan segenap pemain dan crew yang menjelaskan perjuangan seorang perempuan.

Hal ini juga menjadi pesan bagi seluruh masyarakat, bahwa dengan menjadi diri kita sendiri dengan berbagai kekurangan dan kelebihan merupakan sebuah kemerdekaan yang hakiki dan tidak bisa terbayarkan oleh apapun.(Chintya)

Pos terkait