Suamiku Lukaku Hadir di CFD 5 Kota, Gaungkan Kampanye Kesehatan Mental ke Publik

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn.com, – Film Suamiku Lukaku kembali mencuri perhatian publik lewat Kampanye Film Suamiku Lukaku CFD yang digelar serentak di lima kota pada 24 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi lanjutan aksi sosial film Suamiku Lukaku setelah rangkaian gala premiere sebelumnya. Mengusung tema For Mental Health and Healthy Living,acara ini menyasar masyarakat luas yang tengah menikmati car free day kesehatan mental.

Di Jakarta, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Acha Septriasa dan Gusty Pratama yang berinteraksi dengan warga. Kehadiran mereka memperkuat pesan penting tentang sosialisasi kesehatan mental 5 kota yang diusung film ini.

Tidak hanya hiburan, film Indonesia isu psikologis ini juga mengajak publik lebih peka terhadap dampak emosional dari relasi tidak sehat.

Sinopsis film Suamiku Lukaku mengangkat kisah Amina yang hidup dalam tekanan rumah tangga bersama Irfan. Sosok suami yang tampak baik justru menyimpan kekerasan tersembunyi.

Kondisi anak mereka memperburuk keadaan hingga Amina berani mengambil keputusan penting. Cerita ini menggambarkan luka batin yang sering tidak terlihat namun berdampak panjang bagi korban.

Melalui rangkaian aksi sosial ini, film tersebut menegaskan bahwa kesehatan mental tidak boleh diabaikan. Kampanye ini juga mengingatkan bahwa kasus kekerasan dalam relasi masih sering terjadi di sekitar kita.

Dengan pendekatan langsung kemasyarakat, pesan yang dibawa terasa lebih dekat dan nyata. Publik diajak berani bersuara dan tidak lagi diam menghadapi kekerasan.

SUAMIKU LUKAKU dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026. Film ini diharapkan memperluas kesadaran tentang pentingnya empati dan dukungan bagi korban. Lewat Kampanye Film Suamiku Lukaku CFD, pesan yang dibangun tidak berhenti di layar, tetapi bergerak menjadi gerakan sosial nyata.

Masyarakat diharapkan ikut menciptakan lingkungan aman dan suportif bagi semua.

Kehadiran kampanye ini di lima kota sekaligus menjadi bukti bahwa isu kesehatan mental semakin mendapat perhatian serius di Indonesia dan membutuhkan peran bersama untuk mengatasinya agar masyarakat lebih sadar dan peduli sejak diniterhadap kondisi sekitar mereka. (CJ RUBUN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *