Susunan Baru BPI 2026–2030 Diumumkan, Fokus SDM hingga Anti-Pembajakan Film

  • Whatsapp

Jakarta, Beritainn.com, – Badan Perfilman Indonesia resmi mengumumkan pengurus periode 2026–2030.

Pengumuman ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem film
nasional di tengah kebangkitan industri pasca pandemi.

Ketua Umum BPI, Fauzan Zidni, menegaskan fokus utama kepengurusan baru adalah peningkatan kualitas SDM perfilman. Program yang disiapkan mencakup sinkronisasi kurikulum, magang terintegrasi, hingga pengiriman talenta muda ke sekolah film internasional. Selain itu, BPI juga akan mendorong revisi UU Perfilman bersama pemerintah guna memperkuat kelembagaan, kepastian hukum, dan iklim investasi.

Tak hanya itu, BPI menargetkan gerakan anti-pembajakan film secara menyeluruh,
serta tetap menjalankan agenda besar seperti Festival Film Indonesia. Upaya ini
diharapkan mampu menciptakan industri yang lebih sehat dan kompetitif.

Dukungan juga datang dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang menilai BPI
memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan insan perfilman. Ia
berharap kepengurusan baru mampu mendorong tata kelola transparan dan
membuka ruang lebih luas bagi kreator di seluruh Indonesia.

Struktur organisasi BPI 2026–2030 diisi sejumlah nama besar industri, termasuk
Reza Rahadian sebagai Ketua Dewan Penasehat, serta tokoh perfilman seperti
Christine Hakim dan Joko Anwar. Posisi strategis lain diisi oleh profesional lintas
bidang untuk memperkuat kolaborasi.

Dengan susunan baru ini, BPI menegaskan komitmennya menjalankan program
kerja yang berorientasi pada transformasi perfilman nasional. Kolaborasi dan sinergi
diharapkan menjadi kunci untuk mendorong kemajuan industri kreatif Indonesia ke level global. (CJ RUBUN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *