Usai Keliling 30 Festival Dunia, Film “Crocodile Tears” Siap Mengguncang Bioskop Indonesia 7 Mei 2026

Jakarta, Beritainn.com, – Setelah berkeliling ke lebih dari 30 festival film internasional dan meraih berbagai penghargaan, film Crocodile Tears akhirnya siap menyapa penonton Indonesia. Film debut panjang sutradara Tumpal Tampubolon ini dijadwalkan tayang di bioskop nasional mulai 7 Mei 2026.

Diproduseri oleh Mandy Marahimin, film ini sebelumnya melakukan world premiere di Toronto International Film Festival serta Asian premiere di Busan International Film Festival. Sejak saat itu, Crocodile Tears terus melanjutkan perjalanan festivalnya ke berbagai negara.

Film tersebut tercatat telah diputar di lebih dari 30 festival film dunia, termasuk BFI London Film Festival, Adelaide Film Festival, Torino Film Festival, hingga Red Sea International Film Festival. Selain itu, film ini juga meraih sejumlah nominasi dan penghargaan bergengsi.

Di antaranya masuk nominasi Ingmar Bergman Competition di Göteborg Film Festival, terpilih dalam Asian Feature Film In Competition di Singapore International Film Festival, serta memenangkan Direction Award dan Nongshim Award di Jakarta Film Week. Film ini juga meraih penghargaan Best Screenplay in the Panorama Section di Asian Film Festival Barcelona.

Crocodile Tears merupakan film panjang pertama Tumpal Tampubolon. Perjalanan kariernya di dunia film dimulai ketika skenario pendeknya berjudul The Last Believer memenangkan kompetisi pengembangan skenario di Jakarta International Film Festival pada 2005.

Sejak saat itu, Tumpal aktif menulis dan menyutradarai berbagai film pendek yang diputar di festival nasional maupun internasional. Ia juga mengikuti sejumlah program pengembangan sineas, seperti Asian Young Filmmakers Forum di Jeonju, Berlinale Talent Campus di Berlin, serta Asian Film Academy di Busan.

Pada 2021, film pendeknya Laut Memanggilku meraih Sonje Award untuk Film Pendek Terbaik di section Wide Angle Busan International Film Festival dan juga terpilih sebagai Film Cerita Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia.

Film Crocodile Tears sendiri mengisahkan kehidupan Johan yang diperankan Yusuf Mahardika, yang tinggal bersama ibunya, Mama (diperankan Marissa Anita), di sebuah taman buaya yang telah usang. Tempat itu bukan sekadar rumah, tetapi juga dunia kecil yang selama ini membentuk kehidupan Johan.

Johan tumbuh di bawah pengawasan ibunya yang memiliki cara tersendiri dalam membesarkan dan melindunginya. Namun, seiring waktu, Johan mulai mempertanyakan kehidupan yang dijalaninya.

Keinginannya untuk mengenal dunia luar mempertemukannya dengan Arumi, seorang gadis yang diperankan Zulfa Maharani. Pertemuan tersebut membuat keseimbangan hubungan Johan dan Mama mulai goyah.
Mama tidak menyetujui hubungan tersebut, dan ketidaksetujuannya perlahan berubah menjadi sikap yang semakin ganjil sekaligus menegangkan.

Tumpal menjelaskan bahwa inspirasi cerita film ini berangkat dari pengalaman personalnya saat menonton dokumenter tentang seekor buaya betina yang melindungi anak-anaknya di dalam rahangnya.
“Melalui film ini, saya mencoba mempertanyakan makna bakti dan cinta dalam keluarga. Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan,” ujar Tumpal.

Dibintangi oleh Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani, Crocodile Tears menghadirkan drama keluarga yang ekstrem, di mana kasih sayang seorang ibu perlahan berubah menjadi obsesif.

Film ini juga memadukan elemen realisme magis dengan teror psikologis dalam balutan visual yang memikat.

Crocodile Tears diproduksi oleh Talamedia bekerja sama dengan Acrobates Films, Giraffe Pictures, Poetik Films, dan 2Pilots Filmproduction, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan E-Motion Entertainment.
Saksikan film Crocodile Tears mulai 7 Mei 2026 di bioskop seluruh Indonesia. (ALN)

Pos terkait