Jakarta, Beritainn.com, – Inovasi kuliner kembali lahir dari jalanan ibu kota. RM Tigo Sapilin X Lalapan Sunda hadir membawa konsep kolaborasi dua cita rasa Nusantara, masakan Padang dan lalapan khas Sunda, dalam satu tempat makan sederhana yang kini justru ramai pelanggan.
Didirikan oleh dua bersaudara asal Sumatera Selatan, Dedek Anggi Vari dan Eki Liendrik, konsep ini tidak muncul sekadar untuk tampil beda. Ide tersebut lahir dari kebutuhan bertahan di tengah kondisi usaha yang sempat menghadapi jam-jam sepi, terutama pada malam hari.
Awalnya, mereka telah lebih dulu menjalankan rumah makan Padang selama lima tahun. Namun setelah berpindah lokasi ke tenda sederhana, ritme pelanggan menjadi tidak stabil. Kondisi ini mendorong keduanya mencari strategi baru agar pemasukan tetap berjalan.
Dari situlah muncul ide menghadirkan menu tambahan. Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka memilih lalapan Sunda sebagai pelengkap. Tidak sekadar menambah menu, keduanya justru memutuskan menggabungkan dua konsep tersebut dalam satu identitas bernama Tigo Sapilin X Lalapan Sunda, di mana huruf “X” menjadi simbol kolaborasi.
Keputusan ini terbukti tepat. Menu Sunda berhasil mengisi kekosongan pelanggan di malam hari, tanpa menggeser identitas utama sebagai rumah makan Padang. Bahkan, keduanya kini memiliki dua segmen pelanggan yang berbeda.

Dalam pengembangannya, Tigo Sapilin tidak berhenti pada konsep. Mereka juga melakukan berbagai uji coba rasa untuk menemukan ciri khas, terutama pada sambal. Kini tersedia empat varian sambal andalan, yaitu kecombrang, dadak, terasi, dan kacang, dengan sambal goreng terasi sebagai salah satu favorit pelanggan.
Untuk menu unggulan, pepes dan bebek menjadi rekomendasi utama. Pepes hadir dalam berbagai varian seperti ikan, ayam, teri, hingga tahu jamur, sementara bebek disajikan dengan potongan tebal yang menjadi daya tarik tersendiri.
Selain rasa, strategi harga juga menjadi perhatian. Dengan kisaran harga yang terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp40.000, mereka menyasar berbagai kalangan. Bahkan, untuk makan di tempat, pelanggan dapat menikmati nasi sepuasnya dengan harga Rp10.000.
Tidak hanya berorientasi bisnis, Tigo Sapilin juga menjalankan program sosial berupa pembagian 40 nasi bungkus gratis setiap hari bagi masyarakat yang membutuhkan. Jumlah ini bahkan dapat meningkat hingga ratusan porsi dengan dukungan donatur.
Saat ini, RM Tigo Sapilin X Lalapan Sunda beroperasi selama 24 jam (tutup setiap Senin) dan terus berkembang sebagai salah satu destinasi kuliner unik di Jakarta. Meski memiliki rencana ekspansi, keduanya memilih fokus menjaga kualitas rasa dan pelayanan sebelum melangkah lebih jauh.
Mengusung semangat kolaborasi dan ketahanan, Tigo Sapilin menjadi contoh bagaimana inovasi sederhana dapat menjawab tantangan usaha sekaligus menarik minat pasar yang luas. (ALN)
Instagram : @ tigo_sapilin01







