Jakarta, Beritainn.com, – Pelatihan vokasi kini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten yang mampu menjawab kebutuhan industri modern. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi merupakan solusi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus menekan angka pengangguran di Indonesia. Hal ini
disampaikan saat meninjau Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 di BBPVP
Medan.
Menurut Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, pelatihan vokasi
dirancang berbasis kebutuhan industri melalui kurikulum berbasis industri yang
menekankan keterampilan praktis dan kesiapan kerja lulusan. Program ini menjadi
jembatan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga lulusan tidak hanya
memiliki pengetahuan, tetapi juga kompetensi yang relevan.
Pada Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I, terdapat beragam program pelatihan
kerja praktis yang mencakup sektor strategis, mulai dari Teknisi AC, Practical Office, Barista, Kitchen Management, Housekeeping, hingga Operator Forklift dan Las 6G.
Selain itu, pelatihan instalasi tenaga listrik, menjahit, hingga surveyor juga menjadi
bagian dari upaya menciptakan tenaga kerja profesional yang siap bersaing di pasar kerja.
Seluruh program tersebut dilaksanakan di berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) yang
tersebar di Indonesia. Kehadiran BLK menjadi kunci dalam memperluas akses
pendidikan vokasi, termasuk melalui kerja sama dengan industri dan penyediaan
sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Sertifikasi ini menjadi nilai tambah penting bagi peserta untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Lebih lanjut, pemerintah terus mendorong sinergi antara pendidikan dan industri
melalui program magang industri dan bursa kerja khusus. Kolaborasi ini memungkinkan peserta pelatihan mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja serta memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, kesiapan kerja lulusan dapat meningkat secara signifikan.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Kemnaker tetap berkomitmen memperluas jangkauan pelatihan vokasi. Salah satu strateginya adalah memperkuat kemitraan dengan sektor industri agar pelatihan tetap berjalan optimal dan mampu menghasilkan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan pasar.
Target ambisius juga telah ditetapkan, di mana peserta Pelatihan Vokasi Nasional
2026 ditargetkan mencapai 70 ribu orang. Pada tahap awal, lebih dari 10 ribu peserta telah mengikuti program ini yang tersebar di puluhan BLK dan satuan pelatihan di seluruh Indonesia.
Melalui langkah nyata pelatihan vokasi ini, pemerintah berharap tercipta tenaga kerja
yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi
dan kebutuhan industri global. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat daya
saing tenaga kerja Indonesia sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di
berbagai sektor.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan kebijakan
ketenagakerjaan, kunjungi situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan Republik
Indonesia atau baca artikel terkait lainnya di Beritainn.com .(CJ RUBUN)

