Pemberdayaan Usaha Kecil Dari Sektor Pangan Oleh Inclusive Closed Loop

Jakarta, Beritainn, – Franky memaparkan, model ini membuat para petani dan UMKM dapat menikmati akses setara dengan perusahaan besar mulai dari bibit yang baik, hingga akses terhadap pembiayaan, pemasaran hingga teknologi teknologi tepat guna, antara lain yang berbasis digital.

Hasilnya, mereka mampu meraih produktivitas yang lebih baik, peningkatan pendapatan dan daya saing, dibandingkan para petani yang belum mengadopsi model ini.

Dengan menerapkan inclusive closed loop, kami tidak hanya dapat terus memberikan dampak positif kepada petani kecil dan masyarakat sekitar, tetapi kami juga dapat menjamin bahwa semua orang di kawasan ini memiliki akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau.

Artinya, petani dan UMKM mendapatkan pendampingan sejak dalam radius tiga hingga lima kilometer dari wilayah operasi BUMN dan perusahaan swasta.

Salah satu bukti nyata PISAgro, imbuhnya, adalah ketika PT Pupuk Indonesia bekerjasama dengan perusahaan swasta dan petani binaan agar dapat membeli pupuk dengan kualitas baik dan harga harga yang sama, bahkan lebih murah.

Skema yang sebelumnya diterapkan pada sektor pangan, oleh pemerintah kemudian diadopsi guna menaikkelaskan usaha kecil lewat inisiasi Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas, yang dilucurkan Presiden Joko Widodo pada Oktober tahun lalu.

World Economic Forum bersama dengan PISAgro, menargetkan 20-20-20 yaitu, 20% meningkatkan produktivitas, 20% meningkatkan pendapatan para petani, 20% penurunanan emisi rumah kaca.

Sejak 2012, PISAgro telah menjangkau hampir dua juta petani dan lebih dari 13.400 desa.(Listia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *