Jakarta, Beritainn.com, – Menghadirkan audiens profesional dalam sebuah acara bukanlah perkara mudah.
Berbeda dengan event hiburan seperti konser atau festival, para profesional memiliki pertimbangan lebih kompleks sebelum memutuskan hadir. Mulai dari kesibukan kerja, relevansi acara, hingga manfaat yang akan mereka dapatkan. Oleh karena itu, strategi yang tepat sangat dibutuhkan dalam manajemen acara (event
management), khususnya untuk segmen B2B.
Berdasarkan laporan studi terbaru dari Populix bertajuk “Winning the Professional
Audience: Event Preferences and Attendance Insights”, terungkap bahwa acara luring (offline) masih memiliki daya tarik kuat di kalangan profesional. Studi yang melibatkan hampir 900 responden ini menunjukkan bahwa rata-rata profesional
menghadiri 1–3 acara setiap tahunnya, dengan motivasi utama untuk mendapatkan
pengalaman baru sekaligus memperluas jaringan.
Indah Tanip, Senior Research Director Populix, menyebutkan bahwa meskipun tren digital terus berkembang, interaksi langsung tetap menjadi nilai utama dalam
membangun relasi profesional. Hal ini membuka peluang besar bagi penyelenggara event untuk menghadirkan pengalaman yang tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan audiens.
Salah satu kunci utama dalam menarik audiens profesional adalah memastikan
acara memiliki agenda networking yang jelas dan tema yang relevan dengan bidang
pekerjaan mereka. Profesional cenderung memilih acara yang dapat memberikan
nilai tambah bagi karier, baik dalam bentuk wawasan baru maupun peluang relasi
yang lebih luas.
Selain itu, pemilihan lokasi juga menjadi faktor penting dalam strategi event. Lokasi
yang mudah diakses tentu menjadi prioritas, namun menariknya, sebagian besar profesional juga menyukai acara yang digelar di ruang terbuka. Alternatif lain seperti pusat perbelanjaan atau convention center tetap menjadi pilihan menarik karena kenyamanan dan fasilitas yang ditawarkan.
Dari sisi waktu pelaksanaan, acara yang digelar pada pagi hari, khususnya antara
pukul 08.00 hingga 11.00, menjadi waktu yang paling diminati. Sementara itu, waktu
makan siang cenderung kurang efektif karena sering berbenturan dengan aktivitas
utama para profesional di tempat kerja.
Penentuan hari juga tidak kalah penting.
Data menunjukkan bahwa mayoritas
profesional lebih memilih menghadiri acara di hari kerja dibandingkan akhir pekan.
Hal ini karena akhir pekan biasanya dimanfaatkan untuk waktu pribadi atau
keluarga, sehingga minat menghadiri acara profesional menjadi lebih rendah.
Dalam hal skala acara, profesional cenderung lebih nyaman menghadiri event
dengan jumlah peserta yang tidak terlalu besar. Acara berskala menengah, dengan
kisaran 20 hingga 100 peserta, dinilai lebih ideal karena memungkinkan interaksi
yang lebih intens dan berkualitas.
Pengalaman peserta juga dapat ditingkatkan melalui penyediaan goodie bag yang relevan dan bermanfaat. Produk seperti voucher, e-money, merchandise eksklusif, atau barang yang sesuai dengan tema acara akan memberikan kesan lebih positif dibandingkan sekadar souvenir biasa.
Untuk acara berbayar, mayoritas profesional masih bersedia mengeluarkan biaya antara Rp50.000 hingga Rp250.000. Bahkan, banyak di antara mereka yang tidak keberatan untuk kembali menghadiri acara berbayar selama pengalaman yang
ditawarkan sepadan dengan harga tiket.
Temuan ini menunjukkan bahwa tantangan dalam menghadirkan audiens profesional
dapat diatasi dengan strategi yang tepat dan berbasis data. Penyelenggara acara
perlu memahami preferensi audiens serta menghadirkan pengalaman yang relevan,
bernilai, dan berkesan.
Untuk mendapatkan insight lebih lanjut terkait strategi event dan perilaku audiens
profesional, Anda dapat mengunjungi akun Instagram resmi Populix di https://www.instagram.com/populix.co/ serta membaca artikel menarik lainnya di
https://www.beritainn.com/. (CJ RUBUN)







