Jakarta, Beritainn.com, – Film ‘Nobody Loves Kay’ resmi merilis trailer dan poster perdananya, memperkuatantusiasme publik terhadap kisah perjuangan pro player e-sport Indonesia.
Dalam acara konferensi pers di Senayan City, Jakarta, kolaborasi antara ONIC, FolagoPictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films, serta Visinema Pictures memperkenalkan proyek yang digadang membawa warna baru bagi industri perfilman nasional.
Disutradarai oleh Bernardus Raka, film Nobody Loves Kay mengangkat perjalanan emosional seorang gamer muda bernama Kay yang berusaha membuktikan diri ditengah keraguan lingkungan.
Cerita ini terinspirasi dari sosok Kairi, menghadirkan potret realistis tentang ambisi, tekanan, dan pengorbanan di dunia kompetitif.
Trailer Nobody Loves Kay menampilkan visual estetik sekaligus konflik batin yang kuat. Penonton diajak menyelami dilema Kay saat impian besarnya berbenturan dengan ekspektasi sosial.
Nuansa coming-of-age terasa kental, memperlihatkan bagaimana pilihan hidup sering datang dengan konsekuensi berat. Akting Bima Azriel sebagai Kay disebut menjadi salah satu daya tarik utama. Iamampu menghadirkan karakter penuh ambisi sekaligus rapuh, mencerminkan realitas generasi muda masa kini.
Dukungan pemain lain seperti Rey Bong, Aurora Ribero, dan Joshia Frederico menambah dinamika cerita. Film ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga refleksi tentang keberanian mengejar mimpi yang dianggap tidak lazim.
Industri e-sport Indonesia pun mendapat sorotan sebagai ruang baru penuh peluang sekaligus tantangan. Sinopsis Nobody Loves Kay berpusat pada perjuangan seorang anak muda yang menolak menyerah meski diremehkan.
Pertanyaannya, apakah ia mampu membuktikan diri, atau justru kehilangan arah demi kemenangan? Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026, menjanjikan pengalaman emosional yang relevan dan inspiratif bagi penonton tanah air.
Melalui pendekatan naratif yang jujur, film dokumenter esport Indonesia ini diharapkan membuka perspektif baru tentang karier pro player yang kerap dipandang sebelah mata.
Dengan pesan kuat, karya ini mengajak penonton memahami arti ketekunan, keberanian, dan harga dari sebuah mimpi besar yang terus diperjuangkan tanpa henti hingga akhir perjalanan hidup Kay sendiri di masa depan nanti. (CJ RUBUN)







